web analytics
Connect with us

Berita

Manfaatkan Potensi Alam, Warga Hargorejo Belajar Membuat Batik Ecoprint di Tote Bag

Published

on

Hargorejo, 15 Agustus 2026 — Sebanyak 36 warga mengikuti pertemuan rutin Grahamedia Hargorejo yang digelar di Padukuhan Anjir, Hargorejo, pada Sabtu (15/8/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB tersebut diisi dengan workshop pembuatan batik ecoprint sebagai upaya mendorong pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Mitra Wacana, Karang Taruna Padukuhan Anjir Hargorejo, dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Workshop dirancang tidak hanya sebagai kegiatan keterampilan, tetapi juga sebagai ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenali dan mengembangkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ecoprint dipilih karena proses pembuatannya dapat memanfaatkan berbagai jenis daun dan tanaman yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan motif alami pada kain dan kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai jual. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Atta selaku pembawa acara. Selanjutnya, Kepala Padukuhan Anjir memberikan sambutan sekaligus mengajak peserta mengikuti seluruh rangkaian workshop dengan serius dan mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh setelah kegiatan selesai.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ruliyanto dari Mitra Wacana. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membekali masyarakat dengan keterampilan praktis atau lifeskill yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi. “Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai sesuatu yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Ruliyanto dalam sambutannya.

Menurutnya, penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi juga memiliki kaitan dengan upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Masyarakat yang memiliki keterampilan dan peluang ekonomi di daerah asal diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sumber penghidupan sehingga tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang tidak jelas atau berisiko.

Setelah sesi pembukaan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai ecoprint dari narasumber. Materi mencakup pengenalan ecoprint, teknik pembuatan, jenis daun yang dapat digunakan, alat dan bahan yang diperlukan, hingga tahapan persiapan dan pengolahan kain setelah proses pencetakan motif selesai. Peserta kemudian diajak mempraktikkan teknik pounding atau teknik memukul bahan tumbuhan di atas kain untuk memindahkan warna dan bentuk alami daun ke permukaan kain.

Untuk memudahkan proses praktik, peserta dibagi menjadi lima kelompok. Panitia membagikan alat dan bahan yang dibutuhkan sebelum peserta mulai memilih serta menyusun daun yang akan digunakan sebagai motif. Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung mencoba setiap tahapan pembuatan ecoprint. Dari proses tersebut, muncul berbagai motif dan komposisi warna yang berbeda pada setiap kain.

Hasil karya peserta kemudian dipamerkan sebagai bagian dari keluaran kegiatan. Karya tersebut menjadi bukti bahwa bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar dapat diolah melalui kreativitas menjadi produk yang lebih bernilai. Bagi masyarakat, pengalaman tersebut sekaligus membuka kemungkinan untuk mengembangkan ecoprint sebagai salah satu keterampilan produktif. Ke depan, keterampilan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, baik melalui peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, pengemasan, maupun pemasaran.

Workshop ditutup dengan sesi evaluasi. Peserta dan panitia bersama-sama merefleksikan proses kegiatan, mulai dari materi yang diberikan, praktik pembuatan ecoprint, hingga pengalaman peserta selama mengikuti workshop.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan sumber daya lokal, ketika dipadukan dengan pengetahuan dan keterampilan, dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar menghasilkan kain bermotif alami, workshop ecoprint di Padukuhan Anjir menjadi ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengenali potensi yang dimiliki masyarakat sendiri. Keterampilan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk membangun penghidupan yang aman, produktif, dan berkelanjutan di wilayahnya sendiri.

Ruliyanto

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Berita

Bioskop Rakyat Fest #03 Sukses Digelar di Demangrejo: Padukan Seni Budaya, Kampanye Anti-Perdagangan Orang, dan Pemberdayaan Desa

Published

on

KULON PROGO, 22 AGUSTUS 2026 – Padukuhan Demangan, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, kembali sukses menggelar perhelatan akbar tahunan Bioskop Rakyat Fest #03 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tema Demangan Bersatu Indonesia: Bioskop Rakyat Fest #03 Sinergi Desa Kolaborasi & Karya dari Karang Taruna, Akademisi, dan Organisasi Masyarakat Sipil.  Festival ini menjadi ajang unjuk kreativitas warga sekaligus wahana edukasi yang kuat mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Semangat Nasionalisme dalam rangkaian Kemerdekaan RI ke-81.

Acara yang dipusatkan di halaman rumah Dukuh Demangan, Bapak Heriyanto, ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Krida Remaja dan Demangan Media Channel (DMC), yang berkolaborasi erat dengan Program Pengabdian Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lembaga swadaya masyarakat Mitra Wacana.

Dari Panggung Hiburan hingga Pesan Moral Kemanusiaan Bioskop Rakyat Fest #03 menghadirkan beragam rangkaian acara lintas generasi yang sangat menghibur, mulai dari penampilan Tari Semut oleh anak-anak TK dan PAUD, Tari Perahu Layar, hingga aksi panggung “Nyentrik Demangan Squad” yang dibawakan oleh ibu-ibu Padukuhan Demangan.

Puncak kesenian malam itu adalah pementasan drama teater bertajuk “Surat Soko Tahun 2045” garapan Wulan Karangtaruna Krida Remaja Padukuhan Demangan sekaligus Mahasiswi ISI Yogyakarta. Drama ini sukses memukau dan menyentuh hati penonton dengan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga semangat gotong royong, guyub rukun, dan kepedulian antarwarga di tengah arus modernisasi dan individualisme yang semakin deras. Yang dibawakan pemuda-pemudi karang taruna Demangan dengan koreografi, visual dan tata suara profesional.

Kampanye “Menungso Ora Didol” (Manusia Tidak Untuk Dijual) Lebih dari sekadar hiburan, Bioskop Rakyat Fest #03 menjadi medium strategis penyampaian edukasi masyarakat. Bekerja sama dengan Mitra Wacana, panitia memutar karya film lokal dari Demangan Media (DMC) yang mengangkat isu toleransi dan pencegahan perdagangan orang bagi calon pekerja migran.

Robi Setiyawan, perwakilan dari Mitra Wacana dalam sambutannya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap iming-iming lowongan kerja ke luar negeri dengan gaji fantastis. “Program kita adalah pencegahan perdagangan orang, supaya anak-anak muda kita terhindar dari penipuan calo lowongan kerja ilegal. Intinya, menungso ora didol (manusia tidak untuk dijual). Jika ada tawaran pekerjaan ke luar negeri, pastikan untuk mengecek legalitasnya ke kelurahan atau Pak Jogoboyo terlebih dahulu, jangan berangkat secara unprosedural,” tegas Robi.

Sinergi dan Kemandirian Desa Penggagas Bioskop Rakyat Fest #03, Aji Saputra sekaligus Jogoboyo Kalurahan Demangrejo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara. “Terima kasih kepada Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Mitra Wacana yang terus mendukung dan mendampingi, serta seluruh warga Padukuhan Demangan. Harapan kami, melalui ajang ini, pemuda-pemudi Demangan dapat terus berprestasi dan membawa hal positif bagi desa kita,” ujarnya.

Ajang ini juga menjadi bukti keberhasilan pendampingan Sekolah Vokasi UGM dalam mengedukasi warga terkait manajemen acara (event management) dan pemasaran UMKM. Sepanjang acara, berbagai stand UMKM lokal Demangan turut meramaikan panggung dan menghidupkan roda ekonomi warga, menjadikan Bioskop Rakyat ini sepenuhnya mandiri dan berdaya.

Menutup kemeriahan malam, Bioskop Rakyat Fest #03 memberikan kejutan inovatif berupa suguhan musik pamungkas dari DJ VWXYZ dan DJ Sastro (Sastrologi). Suguhan ini membuktikan bahwa kreativitas dan acara tingkat dusun mampu dikemas secara profesional, kreatif, dan kekinian.

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending