Berita
Media Desa Cakrawala Salamrejo Bantu Kalurahan Salamrejo Produksi Konten Video Tradisi Budaya
Published
3 years agoon
By
Mitra Wacana
Jumat, 19 Januari 2024, pertemuan rutin media desa Salamrejo di Rumah Vicka dengan pembukaan bergantian oleh MC Alfath, kemudian sambutan dari tuan rumah Vicka dan CO membahas tentang rencana produksi konten kampanye video.

Kemudian masuk ke inti acara terkait rencana produksi 3 konten video yang akan dilaksanakan setelah pemilu di bulan Februari, dengan menentukan tema yang dibahas dalam pertemuan kali ini, penentuan tema dibuat dengan voting melalui fitur polling di whatsapp dengan 3 pilihan berikut:
- Tema 1 : Serangan Fajar, Debat Capres, Tradisi Budaya
- Tema 2 : Serangan Fajar, 2 Video Tradisi Budaya
- Tema 3: 3 Video Tradisi Budaya
Dari beberapa pilihan di atas akhirnya dipilih polling nomor 3 dengan pilihan terbanyak dikarenakan bersamaan dengan permintaan dari Pak Dhani selaku Lurah Salamrejo yang meminta tolong media desa Salamrejo untuk membuat video tentang tradisi budaya dikarenakan Salamrejo sekarang merupakan desa budaya.

Penutup CO memberikan informasi terkait rencana pelatihan konten kampanye pembuatan poster yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Februari, harapanya seluruh kegiatan media desa dapat terlaksana dan tercapai dengan baik sampai bulan Juni nanti.
You may like

KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Cegah TPPO, Mitra Wacana dan Disnaker Kulon Progo Adakan Sosialisasi di Pertemuan Rutin PKK Kalurahan Temon Kulon

Webinar Series 2: Pengantin Pesanan: Modus Baru Perdagangan Manusia di Era Digital
Berita
KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair
Published
4 days agoon
22 July 2026By
Mitra Wacana
Oleh Iman Amirullah
Cilacap — Koordinasi Purna Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI) menyelenggarakan pelatihan capacity building bertema “Persoalan-Persoalan Manajemen pada Komunitas Perempuan Purna Pekerja Migran Petani” yang dipadukan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair.
Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu anggota, Bu Mus, di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (21/7).
Pelatihan diikuti anggota KOPPMI yang merupakan perempuan purna pekerja migran dan kini menekuni sektor pertanian. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan keterampilan anggota dalam mengembangkan pertanian yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari STIE Muhammadiyah Cilacap, yaitu Tri Nurindahyanti, S.E., Rustina Dewi, S.E., M.M., dan Wignyo, S.Kom., S.E. Ketiganya memberikan materi mengenai penguatan manajemen organisasi komunitas serta praktik pembuatan pupuk organik cair yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta.
Dalam sesi capacity building, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan organisasi, kepemimpinan komunitas, pembagian peran, serta strategi memperkuat solidaritas antaranggota agar mampu mengembangkan organisasi yang lebih mandiri dan berdaya.
Sementara itu, pelatihan pembuatan pupuk organik cair bertujuan mendorong terciptanya ketahanan pangan keluarga yang sehat sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk berbahan kimia.

Peserta mengikuti pelatihan membuat pupuk organisasi. Dok. KOPPMI
KOPPMI menilai penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Selain itu, kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia membuat petani sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh dinamika dan permainan pasar global.
Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan memanfaatkan limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar, seperti kotoran ternak, dedaunan, dan sisa-sisa hasil pertanian, untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang berkualitas, murah, dan ramah lingkungan.
KOPPMI berharap para purna pekerja migran dapat menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri sehingga mampu mengurangi biaya produksi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun kemandirian ekonomi perempuan purna pekerja migran melalui sektor pertanian berkelanjutan.

Tipu Muslihat dalam Fenomena Child Grooming di Indonesia

Refleksi Hari Anak Nasional : Sudahkah anak kita terlindungi ?







