Berita
Media Desa Cakrawala Salamrejo Bantu Kalurahan Salamrejo Produksi Konten Video Tradisi Budaya
Published
2 years agoon
By
Mitra Wacana
Jumat, 19 Januari 2024, pertemuan rutin media desa Salamrejo di Rumah Vicka dengan pembukaan bergantian oleh MC Alfath, kemudian sambutan dari tuan rumah Vicka dan CO membahas tentang rencana produksi konten kampanye video.

Kemudian masuk ke inti acara terkait rencana produksi 3 konten video yang akan dilaksanakan setelah pemilu di bulan Februari, dengan menentukan tema yang dibahas dalam pertemuan kali ini, penentuan tema dibuat dengan voting melalui fitur polling di whatsapp dengan 3 pilihan berikut:
- Tema 1 : Serangan Fajar, Debat Capres, Tradisi Budaya
- Tema 2 : Serangan Fajar, 2 Video Tradisi Budaya
- Tema 3: 3 Video Tradisi Budaya
Dari beberapa pilihan di atas akhirnya dipilih polling nomor 3 dengan pilihan terbanyak dikarenakan bersamaan dengan permintaan dari Pak Dhani selaku Lurah Salamrejo yang meminta tolong media desa Salamrejo untuk membuat video tentang tradisi budaya dikarenakan Salamrejo sekarang merupakan desa budaya.

Penutup CO memberikan informasi terkait rencana pelatihan konten kampanye pembuatan poster yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Februari, harapanya seluruh kegiatan media desa dapat terlaksana dan tercapai dengan baik sampai bulan Juni nanti.
Berita
Sempat Buron, Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Akhirnya Ditangkap Polisi
Published
3 weeks agoon
7 May 2026By
Mitra Wacana
Penangkapan Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang dunia pendidikan pesantren. Setelah sempat buron selama beberapa hari, Ashari akhirnya diringkus aparat Satreskrim Polresta Pati di wilayah perbatasan Wonogiri pada Kamis, 7 Mei 2026.
Penangkapan tersebut berlangsung di sekitar kawasan Polsek Purwantoro, wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Foto penangkapan pelaku pun beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan publik. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap ruang pendidikan dan kepercayaan para orang tua santri.
Kasus ini mencuat setelah polisi menetapkan Ashari sebagai tersangka pada 28 April 2026. Ia diduga melakukan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya. Namun, saat dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 4 Mei 2026, Ashari tidak memenuhi panggilan penyidik dan diduga melarikan diri.
Polisi kemudian melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di Wonogiri. Konfirmasi penangkapan disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, serta Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi. Saat ini, Ashari tengah dibawa ke Mapolresta Pati untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kasus ini menyisakan luka mendalam, terutama karena terjadi di lingkungan pesantren yang selama ini dipandang sebagai ruang aman bagi pendidikan moral dan keagamaan. Dugaan jumlah korban yang mencapai puluhan santriwati juga memperlihatkan betapa seriusnya persoalan kekerasan seksual di institusi pendidikan berbasis asrama.
Di tengah proses hukum yang berjalan, desakan publik terus menguat agar aparat mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh, termasuk memastikan perlindungan bagi para korban. Pendampingan psikologis, pemulihan trauma, hingga jaminan keamanan bagi korban dinilai menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di ruang mana pun, termasuk di institusi yang selama ini dianggap sakral dan penuh nilai moral. Ketika relasi kuasa digunakan untuk membungkam korban, maka keberanian korban untuk bersuara dan keberpihakan penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan yang selama ini tersembunyi.










