Berita
Mitra Wacana Terlibat dalam FGD untuk Mengkaji Pencegahan dan Penanganan Pornografi pada Perempuan dan Anak bersama Biro Kesejahteraan Setda DIY
Published
3 months agoon
By
Mitra Wacana
Yogyakarta, 21 April 2026, Mitra Wacana terlibat dalam Foocus Group Discussion yang membahas permasalahan pornografi yang marak terjadi pada kalangan anak dan perempuan baik secara umum maupun spesifik di Yogyakarta yang diselenggrakan Biro Kesejahteraan Setda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pertemuan ini menjadi wadah belanja informasi baik dari praktisi, akademisi, pihak pemerintah hingga masyarakat berkaitan dengan isu pornografi.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pihak sebagai narasumber antara lain Arief Winarko dari Yayasan Samin, psikolog Sulfi Dewayani,Rila Setyaningsih dari Mafindo dan lain sebagainya. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam untuk mengumpulkan informasi dan data yang akan digunakan dalam penyusunan rencana aksi daerah terkait isu pornografi. Rencana aksi itu meliputi pengembangan kampung ramah digital, SOP penanganan, langkah-langkah preventif, deteksi, penanganan hingga rehabilitasi korban kecanduan pornografi.
Pertemuan ini mendiskusikan tentang tingginya angka konten pornografi yang menyusup ke ruang digital. Ini menjadi permasalahan bagi anak ketika akses internet begitu masif namun pengawasan orang tua masih minim. Banyaknya metode penyebaran konten pornografi menuntut kontrol diri dan kuatnya literasi digital. Upaya pemblokiran konten digital saja tidak cukup. Lagipula pemblokiran konten juga hanya bisa dilakukan pemerintah pusat setelah mendapatkan aduan yang besar. Maka dari itu pencegahan dan penanganan pornografi ini perlu jadi gerakan bersama.
Pembahasan selanjutnya memperkuat argumen bahwa penyebaran konten pornografi telah begitu marak terjadi termasuk di Yogyakarta. Rila setyaningsih memaparkan bahwa 67& siswa kelas 4-6 SD sudah terpapar informasi pornografi baik melalui game online, komik, media sosial hingga film kartun jepang (anime). Hal ini membawa dampak yang sangat jauh seperti perilaku-perilaku seksual yang dilakukan oleh anak di bawah umur, kecanduan pornografi yang memerlukan proses rehabilitasi intensif dan lain sebagainya. Hal ini menyadarkan betapa pentingnya pengawasan penggunaan peranti digital pada anak dan literasi digital yang tinggi bagi orang tua maupun anak-anak.
Wiji Nurasih
You may like

Mitra Wacana dan P3A Pesisir: Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak Berbasis Gender Online

Dinas Sosial PPPA Kulon Progo, Mitra Wacana, dan BP3MI DIY Berkomitmen Lindungi Kelompok Rentan melalui Sosialisasi dan Deklarasi Pencegahan TPPO

Webinar Series 1: Masa Depan Pemberantasan Perdagangan Orang di Indonesia: Antara Perubahan Norma Hukum dan Tantangan Implementasinya
Berita
Mitra Wacana dan P3A Pesisir: Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak Berbasis Gender Online
Published
1 hour agoon
15 July 2026By
Mitra Wacana
Mitra Wacana dan Kelompok P3A Pesisir Desa Banaran, Kab. Kulon Progo, Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan rutin yang dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, kegiatan ini berlangsung di Warung Raos Ndeso, Desa Banaran, Kab. Kulon Progo. Pertemuan rutin kali ini memiliki agenda kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Mitra Wacana sebagai pendamping dengan materi sampaikan bertajuk Pencegahan Kekerasan pada Anak Berbasis Gender Online. Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang mendalam kepada ibu-ibu anggota Pesisir tentang kekerasan yang terjadi kepada anak berbasis online, isu ini relevan di era sekarang yang pesatnya teknologi digital.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ibu Ngatinem selaku Ketua P3A Pesisir, melalui sambutannya ia menyampaikan bahwa pertemuan kali ini diselenggarakan tidak hanya untuk pertemuan rutin kelompok P3A Pesisir tetapi diagendakan dengan kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak berbasis gender online, dimana sosialisasi ini memberikan edukasi kepada ibu-ibu anggota Pesisir mengenai bahaya ruang digital bagi anak-anak. Setelah sambutan dari Ibu Ngatinem, sesi sosialisasi dimulai dengan dipandu oleh Ruly sebagai tim dari Mitra Wacana. Materi yang dibawakan berfokus pada bagaimana orang tua mengenali apa itu kekerasan pada anak berbasis gender online serta bagaimana tindakan pencegahan yang dilakukan agar anak terhindar dari kekerasan berbasis online.
Dalam pemaparannya, Ruly menyampaikan pentingnya pendampingan dan kehadiran peran orang tua dalam penggunaan gadget untuk pencegahan kekerasan berbasis gender online pada anak, “anak tidak selalu berani bercerita, kitalah yang membuka ruang komunikasi dengan anak. Kemudian jangan sekedar melarang anak untuk bermain gadget tetapi jadilah pendamping dalam dunia digital.” jelasnya. Pencegahan yang bisa dilakukan agar anak tidak mengalami kekerasan berbasis online dengan membuat kesepakatan bersama anak terkait aturan penggunaan gadget, hadir dan mendampingi anak, memberi edukasi mengenai privasi sejak dini kepada anak, serta memberi rasa aman kepada anak untuk bercerita atau membangun komunikasi baik dengan anak.
Kegiatan sosialisasi berjalan dengan diskusi yang interaktif, peserta diajak untuk membagikan pengalaman, tanggapan, dan dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Beberapa peserta juga memberi tanggapan terkait dua gambar yang memperlihatkan perbedaan sikap orang tua dalam menghadapi anak yang menggunakan gadget.
Di akhir kegiatan, pihak Mitra Wacana dan kelompok P3A Pesisir menyampaikan harapan agar sosialisasi yang diselenggarakan dapat membuka wawasan serta memberikan pengetahuan baru kepada ibu-ibu anggota Pesisir. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para orang tua untuk memberikan perlindungan, pendampingan serta membangun komunikasi yang baik kepada anak-anak mereka.
Kegiatan sosialisasi ini menjadikan komitmen bagi Mitra Wacana dan kelompok P3A Pesisir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi anak dari berbagai tindakan kekerasan fisik maupun berbasis online. Melalui sosialisasi ini masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko, bentuk kekerasan berbasis online, cara pencegahan serta mekanisme untuk melaporkan tindakan kekerasan berbasis online. Diharapkan masyarakat dapat memberikan ruang dan lingkungan yang aman untuk anak, baik di dunia nyata atau di ruang digital.
Luthfi Fatimah
Meilina Salsabila
(Mahasiswa Magang Universitas Sebelas Maret)

Mitra Wacana dan P3A Pesisir: Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak Berbasis Gender Online

Dinas Sosial PPPA Kulon Progo, Mitra Wacana, dan BP3MI DIY Berkomitmen Lindungi Kelompok Rentan melalui Sosialisasi dan Deklarasi Pencegahan TPPO

Saat Masalah Mengemuka dan Wahabi Diam Saja(?)

Dinas Sosial PPPA Kulon Progo, Mitra Wacana, dan BP3MI DIY Berkomitmen Lindungi Kelompok Rentan melalui Sosialisasi dan Deklarasi Pencegahan TPPO

Mitra Wacana dan P3A Pesisir: Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak Berbasis Gender Online






