Opini
Jamu Temu Ireng: Terapi Mengatasi Gatal Penderita Darah Manis
Published
9 hours agoon
By
Mitra Wacana

Adelia Selvira
Mahasiswa Jurusan Farmasi
Gatal seringkali dirasakan oleh seseorang dengan kondisi darah manis. Hal tersebut dapat membuat tidak nyaman serta mengganggu aktivitas di dalam keseharian. Darah manis itu bukan penyakit, bahkan belum ada pernyataan tentang cara penyembuhannya melainkan hanya cara meringankan efek gatalnya saja.
Mengutip jurnal Respati dan Budianti mengatakan bahwa darah manis yang dalam medis disebut prurigo nodularis adalah suatu kondisi kulit kronik yang menimbulkan rasa gatal mendadak menyebabkan garukan yang sulit dikontrol. Pada garukan yang terus-menerus menyebabkan luka bekas (lesi) merah, hingga kehitaman. Ini dirasakan pada bagian ekstremitas atas dan bawah tubuh (lengan maupun kaki). Jika sudah menimbulkan bekas pada sebagian orang akan menurunkan kepercayaan dirinya.
Dalam kondisi tertentu dapat menghalangi aktivitas berkegiatan. Karena bukan hanya gatal tapi muncul sensasi panas, terbakar, dan tertusuk. Darah manis bahkan terkadang dikaitkan dengan faktor dari penyakit diabetes melitus.
Sudah banyak jamu yang dikonsumsi dari berbagai tanaman obat-obatan. Nah, temu ireng juga dikenal mempunyai khasiat untuk mengatasi gatal, menambah nafsu makan, pengobatan herbal penderita diabetes serta manfaat lainnya. Dalam temu ireng salah satunya terdapat kandungan flavonoid sebagai antiinflamasi atau anti radang.
Flavonoid memiliki mekanisme dengan menghambat enzim yang memicu peradangan siklooksigenase (COX) atau lipoksigenase (LOX) dan menghambat akumulasi leukosit. Jika sudah muncul luka garukan (lesi) akan terjadi peluncuran leukosit menuju luka untuk pemulihan luka. Namun, hal ini bersamaan dengan munculnya rasa gatal. Oleh karena itu flavonoid mampu menghambat peluncuran leukosit yang terlalu berlebihan.
Cara pembuatan jamu temu ireng yaitu pertama dengan merajang bahan segar. Kemudian iris tipis temu ireng. Rebus dengan air matang. Jamu rebusan siap dikonsumsi. Untuk yang lebih kental temu ireng dapat di blender lalu rebus dan sebelum diminum saring terlebih dahulu.
Jadi kita perlu mengonsumsi minuman jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh sekaligus meneruskan warisan ilmu nenek moyang
Opini
Transformasi Sosial Naruto Uzumaki Studi Kasus: Dari Anak Terkucil Menjadi Sosok yang Dihormati
Published
10 hours agoon
17 June 2026By
Mitra Wacana

Alhirda Naafi’ Saputra
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Sebelas Maret
Perjalanan hidup Naruto Uzumaki adalah kisah inspiratif tentang usaha tidak akan mengkhianati hasil, dari seorang anak yang diremehkan dan dikucilkan akibat pemicu kematian hokage ke-4 menjadi seorang pahlawan dan pemimpin yang dihormati. Kisah ini mengajarkan bahwa bekerja keras, berani mencoba, dan memiliki ambisi besar dapat mengatasi dari segala tantangan dan rintangan yang ada.
Awal Kehidupan yang Penuh Penolakan
Naruto lahir di Desa Konoha, pada 10 Oktober sebagai anak dari Hokage ke-4, Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki. Namun, kehidupannya dimulai dengan penuh tantangan dan rintangan. Ia dikucilkan akibat pemicu adanya serangan dari Kyuubi (monster rubah ekor 9) ke desa yang menyebabkan kematian hokage ke-4 dan istrinya. Tak hanya itu, para warga Desa Konoha semakin mengucilkannya saat mendengar kabar dari Danzo bahwa Kyuubi tersegel di dalam tubuh Naruto. Ketakutan dan prasangka buruk membuat Naruto sering kali dihindari, bahkan dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya, hingga Naruto dijuluki oleh warga desa sebagai anak “monster”.
Hingga menginjak usia remaja awal, Naruto merasa sendiri dan kurang dihargai, bahkan dianggap sebagai pengganggu dan pengacau. Namun, di balik pengkucilan tersebut, Naruto menyimpan tekad kuat dan besar untuk membuktikan bahwa ia adalah shinobi yang hebat.
Titik balik di mana Naruto Berkembang
Seiring berjalannya waktu, Naruto yang sadar bahwa kemampuannya tidak berkembang, pada akhirnya memutuskan untuk pergi dari desa bersama gurunya untuk berlatih keras demi mendapatkan posisi pengakuan dari warga desa. Ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari latihan fisik, jutsu, hingga ujian antara hidup dan mati dengan pengendalian kekuatan Kyuubi. Meski kegagalan selalu membayangi hidup Naruto, tekad dan semangatnya tidak akan pernah padam.
Perjalanan ini membentuk karakter dari Naruto, di mana sebelum perjalanan ia adalah seorang yang pecundang dan tidak dewasa menjadi pribadi yang dewasa dan penuh percaya diri. Ia belajar bahwa kekuatan tidak hanya datang pada kemampuan fisik, tetapi juga dari keberanian dan memiliki tekad yang kuat untuk melindungi teman-temannya.
Pembuktian Naruto dan Pengakuan dari Warga Desa
Pada akhirnya, usaha-usaha yang dilakukan Naruto selama hidupnya membuktikan bahwa dirinya bukan sekedar anak yang dikucilkan dan diremehkan, tetapi seorang shinobi yang tangguh dan pemimpin di masa depan. Pada awal pengakuan warga Desa Konoha kepada Naruto, ia mampu menyelamatkan desa dari serangan Pemimpin Akatsuki hingga menjadi penyelamat dalam perang dunia shinobi ke-4. Kemudian di umur ke-28 tahun, Naruto mampu diangkat menjadi hokage ke-7 yang melanjutkan tekad api dari Kakashi Hatake sebagai hokage ke-6.
Perjuangan dari Naruto tidak hanya memberikan penghormatan dan pengakuan, tetapi juga Naruto menjadi orang yang menginspirasi banyak orang di seluruh penjuru dunia shinobi. Naruto membuktikan bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, seseorang bisa mendapatkan penhormatan dan pengakuan yang layak dari orang lain.
Apa yang Bisa Kita Ambil dari Karakter Naruto Uzumaki?
Perjalanan hidup Naruto Uzumaki adalah kisah inspiratif tentang ketekunan, keberanian, dan tekad yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan prasangka. Dari seorang anak yang dikucilkan dan diremehkan karena latar belakangnya, Naruto berhasil membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keberanian untuk bermimpi, ia mampu mengatasi rintangan dan meraih pengakuan sebagai seorang pahlawan dan pemimpin yang dihormati. Kisah Naruto mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya berasal dari kemampuan fisik, tetapi juga dari keberanian dan keteguhan hati dalam memperjuangkan cita-cita.
Dari sudut pandang psikologi, perjalanan Naruto Uzumaki mencerminkan konsep ketahanan kemampuan individu yang terus bangkit dan berkembang meskipun menghadapi tekanan sosial di sekitarnya.Naruto tumbuh tanpa adanya dukungan dari orang tua dan diiringi oleh rasa dibenci dari warga desa yang dapat membuat hidupnya patah semangat dan kehilangan jati diri. Namun, jurtru Narurto mengubah rasa sakit tersebut menjadi semangat dan dijadikan sebagai bahan bakar motivasi.
Kisah Naruto sangat kental dengan nilai-nilai budaya yang mengedepankan ketekunan dan kerja keras tanpa henti. Semangat Naruto yang tidak pernah menyerah mencerminkan konsep ganbaru dalam budaya Jepang, yaitu sebuah nilai yang mendorong seseorang untuk memberikan usaha terbaik dalam kondisi apapun, bahkan ketika keadaan terasa mustahil sekalipun. Nilai ini tidak hanya relevan dalam konteks budaya Jepang, tetapi juga universal dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan di seluruh dunia. Naruto mengajarkan bahwa ketekunan bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah sikap hidup yang menentukan sejauh mana seseorang mampu melampaui batas yang ditetapkan orang lain untuknya.
Secara moral, salah satu pelajaran yang paling menonjol dari karakter Naruto adalah bahwa kebaikan hati dan empati bukanlah tanda kelemahan, melainkan justru sumber kekuatan terbesar. Di tengah dunia shinobi yang keras dan penuh kekerasan, Naruto memilih untuk tidak membalas dendam kepada orang-orang yang pernah menyakitinya, bahkan berusaha memahami dan memaafkan musuh-musuhnya seperti Nagato dan Obito. Pendekatan moral ini mencerminkan prinsip etika belas kasih atau belas kasih yang diajarkan dalam berbagai tradisi filsafat moral dunia, yang meyakini bahwa kemampuan untuk memahami penderitaan orang lain dan meresponsnya dengan kebaikan adalah puncak tertinggi dari kedewasaan moral seorang manusia.
Perjalanan hidup Naruto Uzumaki memberikan pelajaran hidup yang mendalam dan relevan dari berbagai sudut pandang. Secara psikologis, ia membuktikan bahwa ketahanan mental mampu mengubah luka dan penolakan menjadi kekuatan yang mendorong seseorang untuk terus berkembang. Secara budaya, semangat ganbaru yang ia pegang teguh mengajarkan bahwa ketekunan dan kerja keras tanpa henti adalah sikap hidup universal yang melampaui batas budaya manapun. Secara moral, Naruto menunjukkan bahwa kebaikan hati dan empati bukan sebuah kelemahan, melainkan kekuatan sejati yang mampu mengubah musuh menjadi sekutu dan kebencian menjadi pengertian. Dari keseluruhan perjalanannya, dapat disimpulkan bahwa kesuksesan sejati bukan semata-mata tentang kekuatan fisik atau bakat yang dimiliki sejak lahir, melainkan tentang keberanian untuk terus bangkit, keteguhan untuk tidak menyerah, dan ketulusan hati dalam memperjuangkan nilai-nilai keberasamaan, ketekunan, dan arti semangat juang tidak hanya relevan di dunia shinobi, tetapi juga dalam kehidupan nyata kita sehari-hari.
Sumber: Kishimoto, M. (1999). Naruto. naruto-official.com

Jamu Temu Ireng: Terapi Mengatasi Gatal Penderita Darah Manis

Transformasi Sosial Naruto Uzumaki Studi Kasus: Dari Anak Terkucil Menjadi Sosok yang Dihormati

Gempa M6,7 Guncang Palu: Respons Darurat yang Cepat dan Perlindungan Kelompok Rentan yang Inklusif

KOPPMI Soroti Minimnya Dukungan Reintegrasi Purna-Pekerja Migran: Kepulangan Bukan Akhir dari Perjuangan

Jamu Temu Ireng: Terapi Mengatasi Gatal Penderita Darah Manis







