Rilis
Cerdas Menjelang Lebaran
Published
13 years agoon
By
Mitra Wacana
Tingginya tingkat konsumsi masyarakat menjelang dan saat lebaran boleh dikatakan gila-gilaan. Artinya ada permainan pasar yang coba diramu dengan sedemikian masifnya agar masyarakat tergoda dan terseret pada lembah pemborosan. Penggiringan yang paling nyata dengan godaan yang muncul di berbagai media, dengan tawaran diskon ataupun paket murah yang sangat menggiurkan.
Pola konsumtif yang membudaya maka dipastikan akan menjadi pembiasaan yang dibiasakan mengarah pada kebiasaan yang sulit dihilangkan dan pasti melekat pada pikiran dan akan menjadi paham atau pertautan kehendak (ideology). Ideologi yang mengawinkan paham konsumerisme dan kapitalisme yang begitu kencang merasuki setiap pola pikir dan perilaku.
Di tengah ketatnya persaingan bisnis, tidak bisa dipungkiri kadang ada produsen atau perusahaan yang “nakal” ketika berhubungan konsumen. Berbagai tawaran iklan yang membanjir, memaksa kita untuk sedikit berpikir atau bahkan tidak berpikir sama sekali ketika memutuskan untuk membeli barang. Menjadi konsumen cerdas adalah jawaban tepat untuk bisa kritis dan berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi barang, sehingga konsumen mampu melindungi dirinya terhadap barang/jasa yang tidak memenuhi aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan Lingkungan (K3L).
Konsumen harus memperhatikan hak-haknya, mencari dan mengolah informasi serta melakukan penilaian terhadap produk yang akan dikonsumsi. Di situs Kementerian Perdagangan disebutkan, konsumen juga harus bertanggung jawab dalam memilih dan menentukan produk yang akan dikonsumsi.
Beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk menjadi konsumen cerdas:
1. Teliti sebelum membeli. Dengan langkah ini konsumen diajak untuk terbiasa teliti atas barang yang ditawarkan, jika ada yang kurang jelas bertanya atau meminta penjelasan informasi atas barang tersebut.
2. Perhatikan label dan masa kadaluarsa. Dengan langkah ini konsumen diajak untuk lebih kritis dengan barang yang akan dan telah dikonsumsi. Selain itu kehati-hatian juga diperlukan terhadap barang yang akan dikonsumsi karena termasuk dalam K3L
3. Pastikan produk bertanda SNI, karena pada umumnya konsumen kurang begitu akrab dengan produk bertanda SNI. Melalui gerakkan ini konsumen diajak untuk memperhatikan bahwa sudah saatnya setiap produk harus memiliki tanda SNI.
4. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Konsumen diajak untuk terbiasa mempunyai perilaku tidak konsumtif, artinya bukan barang atau jasa yang menguasai konsumen, tapi sebaliknya justru konsumen yang seharusnya bisa menguasai keinginannya.
Saat mudik, membeli makanan dan minuman di pinggir jalan, dimana kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga baik, karena selalu terpapar debu dan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan (hand made). Makanan dan minuman jenis ini berpotensi terkontaminasi, baik dari debu dan kotoran lain karena memang dijajakan di jalan raya. Begitu juga dengan tempat dan wahana rekreasi, sudah kita memilihkan tempat yang aman dan nyaman?
*)disarikan dari berbagai sumber
You may like
Berita
Bioskop Rakyat Fest #03 Sukses Digelar di Demangrejo: Padukan Seni Budaya, Kampanye Anti-Perdagangan Orang, dan Pemberdayaan Desa
Published
9 hours agoon
24 August 2026By
Mitra Wacana
KULON PROGO, 22 AGUSTUS 2026 – Padukuhan Demangan, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, kembali sukses menggelar perhelatan akbar tahunan Bioskop Rakyat Fest #03 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tema Demangan Bersatu Indonesia: Bioskop Rakyat Fest #03 Sinergi Desa Kolaborasi & Karya dari Karang Taruna, Akademisi, dan Organisasi Masyarakat Sipil. Festival ini menjadi ajang unjuk kreativitas warga sekaligus wahana edukasi yang kuat mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Semangat Nasionalisme dalam rangkaian Kemerdekaan RI ke-81.
Acara yang dipusatkan di halaman rumah Dukuh Demangan, Bapak Heriyanto, ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Krida Remaja dan Demangan Media Channel (DMC), yang berkolaborasi erat dengan Program Pengabdian Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lembaga swadaya masyarakat Mitra Wacana.
Dari Panggung Hiburan hingga Pesan Moral Kemanusiaan Bioskop Rakyat Fest #03 menghadirkan beragam rangkaian acara lintas generasi yang sangat menghibur, mulai dari penampilan Tari Semut oleh anak-anak TK dan PAUD, Tari Perahu Layar, hingga aksi panggung “Nyentrik Demangan Squad” yang dibawakan oleh ibu-ibu Padukuhan Demangan.
Puncak kesenian malam itu adalah pementasan drama teater bertajuk “Surat Soko Tahun 2045” garapan Wulan Karangtaruna Krida Remaja Padukuhan Demangan sekaligus Mahasiswi ISI Yogyakarta. Drama ini sukses memukau dan menyentuh hati penonton dengan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga semangat gotong royong, guyub rukun, dan kepedulian antarwarga di tengah arus modernisasi dan individualisme yang semakin deras. Yang dibawakan pemuda-pemudi karang taruna Demangan dengan koreografi, visual dan tata suara profesional.
Kampanye “Menungso Ora Didol” (Manusia Tidak Untuk Dijual) Lebih dari sekadar hiburan, Bioskop Rakyat Fest #03 menjadi medium strategis penyampaian edukasi masyarakat. Bekerja sama dengan Mitra Wacana, panitia memutar karya film lokal dari Demangan Media (DMC) yang mengangkat isu toleransi dan pencegahan perdagangan orang bagi calon pekerja migran.
Robi Setiyawan, perwakilan dari Mitra Wacana dalam sambutannya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap iming-iming lowongan kerja ke luar negeri dengan gaji fantastis. “Program kita adalah pencegahan perdagangan orang, supaya anak-anak muda kita terhindar dari penipuan calo lowongan kerja ilegal. Intinya, menungso ora didol (manusia tidak untuk dijual). Jika ada tawaran pekerjaan ke luar negeri, pastikan untuk mengecek legalitasnya ke kelurahan atau Pak Jogoboyo terlebih dahulu, jangan berangkat secara unprosedural,” tegas Robi.
Sinergi dan Kemandirian Desa Penggagas Bioskop Rakyat Fest #03, Aji Saputra sekaligus Jogoboyo Kalurahan Demangrejo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara. “Terima kasih kepada Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Mitra Wacana yang terus mendukung dan mendampingi, serta seluruh warga Padukuhan Demangan. Harapan kami, melalui ajang ini, pemuda-pemudi Demangan dapat terus berprestasi dan membawa hal positif bagi desa kita,” ujarnya.
Ajang ini juga menjadi bukti keberhasilan pendampingan Sekolah Vokasi UGM dalam mengedukasi warga terkait manajemen acara (event management) dan pemasaran UMKM. Sepanjang acara, berbagai stand UMKM lokal Demangan turut meramaikan panggung dan menghidupkan roda ekonomi warga, menjadikan Bioskop Rakyat ini sepenuhnya mandiri dan berdaya.
Menutup kemeriahan malam, Bioskop Rakyat Fest #03 memberikan kejutan inovatif berupa suguhan musik pamungkas dari DJ VWXYZ dan DJ Sastro (Sastrologi). Suguhan ini membuktikan bahwa kreativitas dan acara tingkat dusun mampu dikemas secara profesional, kreatif, dan kekinian.







