Opini
Nilai Metafora Pada Puisi “ Hujan Deras di Waktu Senja”
Published
1 year agoon
By
Mitra Wacana

Liffira Putri Yendri mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.
Permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan sehari- hari yaitu perasaan kehilangan ditengah keadaan pergolakan batin yang tak menentu. Apalagi pada saat kita menghadapi momen-momen kesepian yang penuh tanda tanya, sama halnya seperti senja yang datang di antara terang dan gelap. Dalam kondisi ini, emosi bisa tumpah ruah, sama seperti hujan yang datang tanpa aba-aba. Perasaan ini terlihat pada Kang Thohir ingin menyampaika puisi yang berjudul “Hujan Deras di Waktu Senja”.
Puisi ini menggambarkan suasana yang penuh tekanan batin, serta makna dalam perasaan yang sangat sulit dijelaskan. Pada judul puisi Kang Thohir sudah mempunyai kesan metafora yang kuat, hujan yang deras sebagai simbol ledekan emosi serta luka yang belum sempat sembuh, sementara waktu senja sebagai lambang perpisahan, keraguan, atau akhir cerita yang belum sempat terselesaikan.
Dalam puisi ini, Kang Thohir seakan-akan mengajak pembaca untuk tidak hanya merasakan saja akan tetapi juga merenungi simbol-simbol alam yang menjadi metafora dari ketidakpastian yang diantara bait-bait membuka ruang yang mendalam, dimana gaya bahasa menjadi bagian utama dalam menyampaikan suasana yang tidak terucap secara selangsung. Keindahan dalam puisi dapat lahir dari kreativitas penyair melalui pilihan dan penggunaan bahasa yang unik. Pemilihan metafora ini dapat menjadikan puisi bukan sekedar lukisan suasana saja, akan tetapi sebagi cerminan batin manusia yang sedang menghadapi pergolakan emosi. Agar pemahaman tentang nilai metafora pada puisi lebih dapat dipahami, mari kita coba perhatikan tentang nilai metafora dari puisi “ Hujan Deras di Waktu Senja” karya Kang Thohir berikut:
Hujan deras di waktu senja
Asa kian menggebu semangat
Menangkap semua kesejukan yang ada
Dengan hati penuh hangat
Mengecap indahnya kesejukan
Menyegarkan seluruh pepohonan
Bau patrikor yang semerbak
Membuat wangi suasana ‘ tuk beranjak
Menyepi Heningnya suasana
Aku menatap penuh kerinduan
Dengan demikian aku masih merasakan
Bahwa di moment-moment ini seperti mengobati suatu kenangan
Brebes, 05 september 2024
Puisi “ Hujan Deras di Waktu Senja” Karya Kang Thohir yaitu penggambaran yang indah bagaimana suasana alam yang tidak hanya menyentuh hati tetapi juga memiliki makna yang sangat mendalam tentang hubungan antara alam dan juga perasaan manusia. Pada judul puisi menunjukkan latar suasana seperti hujan deras yang turun di waktu senja yang mana suasana alam sering kali digunakan saaat momen romantis, penenang dan healing. Kata “ Hujan” dan “Senja” seringkali dikaitkan dengan hal-hal yang sedih yang menyangkut kenangan, senja dan hujan sama-sama memberi makna yang mendalam sehingga menyiapkan hati yang mendalam juga. Banyak yang mengungkapkan bahwa senja layaknya kehidupan, indah namun hanya sementara.
Untuk memahami puisi ini lebih dalam, perlu diperhatikan bagaimana penggunaan metafora yang dapat dipadukan secara halus namun sangat berdampak luas. Penyair tidak hanya menciptakan suasana, melainkan menghadirkan alam sebagai cerminan batin seseorang. Hujan deras tidak hanya sekedar air yang hanya turun dari langit, melainkan juga menjadi lambang dari pikiran yang membuat stress, kenangan yang mengguyur, bahkan kesedihan yang tidak dapat dituturkan. Sementara pada “waktu senja” tidak hanya sekedar latar waktu, akan tetapi dapat berubah menjadi metafora bagi ketidakpastian, keraguan, atau momen sebagai renungan yang tidak pernah selesai. Penyair menyamarkan realitas batin di balik fenomena alam.
Dalam gaya bahasa, metafora dapat menjadi tumpuan utama dalam puisi ini. Melalui metafora penyair dapat menyamarkan realitas batin dibalik fenomena alam, namun pada saat yang sama penyair dapat menjelaskan lebih kuat bahwa hujan deras menjadi wajah dari kesedihan atau mungkin juga pembebasan, semetara itu senja hadir sebagai waktu yang tidak hanya sunyi , tetapi juga menyimpan beban waktu untuk perenungan , mengenang, penyesalan, atau bahkan menerima. Metafora pada puisi ini dapat membuatnya terasa dalam dan setiap pembaca bisa mengisi maknanya sendiri.
Metafora dalam puisi “ Hujan Deras di Waktu Senja “ dapat berperan penting dalam menyampaikan pesan emosional yang cukup mendalam. Hujan bukan hanya sekedar fenomena alam saja akan tetapi dapat menjadi simbol dari kesedihan, kenangan yang menyakitkan, atau perasaan batin yang tidak dapat diungkapkan secara langsung. Begitu pula dengan senja, yang bukan hanya sekedar latar waktu, tetapi sebagai metafora dari akhir, kehilangan, dan juga ruang renungan yang hening. Metafora dapat memberikan makna yang sesungguhnya namun tetap menyentuh inti dari persoalan manusia, seperti perasaan kehilangan, waktu yang terus berjalan, serta harapan yang tertinggal. Metafora tidak hanya memperindah puisi saja, tetapi juga memiliki makna yang sangat luas, yang dapat memungkinkan pembaca merasakan kedalaman emosional secara personal.
Dengan penggunaan metafora yang kuat, penyair berhasil mengubah pengalaman puitik yang sangat menyentuh. Hujan deras yang digambarkan melalui puisi ini tidak hanya sekedar membahas cuaca saja akan tetapi menjadi representasi dari beban dan perasaan yang datang tanpa bisa dikendalikam. Sementara itu, senja dapat menghadirkan suasana antara terang dan gelap yang mencerminkan ketidakpastian dalam hidup. Kedua elemen ini dapat diolah dengan metafora untuk menampilkan konflik batin yang dimiliki terasa nyata. Pembaca tidak hanya memahami makna secara literal tetapi juga menggali perasaan dan kenangan mereka sendiri.
Kekuatan metafora dalam puisi ini terletak pada kemampuannya untuk menciptakan suasana yang reflektif tanpa ada penjelasan secara langsung. Tanpa menggunakan kata kesedihan, kehilangan, atau penyesalan penyair memilih menggunakan gambaran hujan dan senja sebagai simbol untuk menyampaikan semuanya. Hal ini dapat menunjukkan bahwa metafora mampu menggantikan pernyataan emosional menjadi lebih halus dan mendalam. Dengan demikian puisi tidak hanya sebagai bacaan yang indah secara bahasa, tetapi menjadikan media penyampaian perasaan yang kompleks dalam bentuk yang sederhana namun penuh makna. Metafora dalam puisi ini dapat menjadikan bukti bahwa keindahan dalam puisi terletak pada kemampuan untuk menyampaikan hal- hal yang penuh makna melalui cara yang tenang dan simbolik.
Dapat disimpulkan bahwa puisi Hujan Deras di Waktu Senja karya Kang Thohir menghadirkan makna yang mendalam melalui metafora, hujan yang mengguyur dan senja yang hilang perlahan-lahan, penyair menyingkap sebuah ruang yang penuh dengan kerinduan, perenungan, dan keheningan yang nyaris tidak terucap, Metafora dalam puisi ini bukan sekadar perbandingan, akan tetapi menjadi pengalaman puitik penyair dapat menyamarkan namun secara tidak langsung justru menyentuh inti persoalan manusia tentang perasaan, tentang kehilangan, tentang waktu, bahkan tentang harapan yang tertinggal di ujung hari.
Opini
Physical & Emotional Intimacy in Healthy Relationships
Published
7 days agoon
6 July 2026By
Mitra Wacana
Sexual health also includes healthy respectful relationships and intimate partnership.
What is intimacy?

Anna de Muinck Keizer university of Amsterdam
Intimacy is a multidimensional construct that consists of intellectual, personal, affective and physical aspects. Emotional and sexual aspects of intimacy are important predictors of satisfaction in a relationship. Intimacy can have a positive influence on the development of trust and bond in relationships and marriage.
Emotional intimacy is when partners feel the ability to behave, think or feel without fear of being judged. It is related to partner satisfaction, emotional well-being, communication, partner support, understanding and sexual well-being. Additionally, it can be a protective factor in romantic relationships and a key factor for mental health and well-being.
Sexual intimacy involves physical affection, trust and respectful communication between partners. Sexual desire has been positively associated to emotional and relationship quality. In addition, sexual satisfaction predicts higher relationship satisfaction.
Why is intimacy important?
Lack of intimacy is associated with relationship issues such as lost sense of security, jealousy between partners, prevention of processing of conflicts. When a relationship misses emotional intimacy, the relationship can feel lonely, disconnected from each other, not sharing important things, lack of support, which all can cause more conflicts and arguments. A lack of emotional intimacy can in turn cause lower sexual intimacy and lower relationship satisfaction.
The role of communication
Communication plays an important role in relationships; it can strengthen or hinder emotional and sexual intimacy between partners. Individuals who experienced positive communication in their relationship are more likely to feel sexually and emotionally intimate with their partners and therefore satisfied with their relationships.
Tips on how to ensure emotional and sexual intimacy in your relationship:
- Create an atmosphere for your partner where they will feel safe disclosing their vulnerabilities.
- Encourage communication about their want and needs, ask questions.
- Consider turning of electronic devices when spending time together, especially during mealtime.
- Make time for each other and engage in mutually enjoyable fun activities.
- Have a good balance between self-care and being together.
References
Aranda, V., Ayala, M., Esquivel, C., Ossandón, N., & Quinteros, C. (2024). Self-concealment and emotional intimacy in Chilean adults in a couple relationship. Iberoamerican Journal of Psychology and Public Policy, 1(2), 119–140. https://doi.org/10.56754/2810-6598.2024.0012
Beaulieu, N., Bergeron, S., Brassard, A., Byers, E. S., & Péloquin, K. (2022). Toward an integrative model of intimacy, sexual satisfaction, and relationship satisfaction: A Prospective Study in Long-Term Couples. The Journal of Sex Research, 60(8), 1100–1112. https://doi.org/10.1080/00224499.2022.2129557
Lancer, D. (2023, April 4). 8 ways to nurture emotional intimacy in your marriage. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/men-growing-intimacy-in-marriage-1270945
Wider, W., Chua, B. S., Mutang, J. A., Tan, C. C., Jiang, L., Tanucan, J. C. M., Thant, Y. M., & Udang, L. N. (2025). Associations between intimacy in relationships and marital satisfaction across gender and in different durations of relationship. Cogent Psychology, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311908.2025.2545657
Yoo, H., Bartle-Haring, S., Day, R. D., & Gangamma, R. (2013). Couple communication, emotional and sexual intimacy, and relationship satisfaction. Journal of Sex & Marital Therapy, 40(4), 275–293. https://doi.org/10.1080/0092623x.2012.751072








