web analytics
Connect with us

Opini

Dari Sudut Pandang Perempuan

Published

on

Oleh: Dian Nur Amalia

Asumsi kebanyakan orang dalam memandang sesuatu agaknya menjadi hal yang akan menjadi kebiasaan dan sulit diubah. Cara pandang masing-masing terhadap sebuah persoalan juga menjadi hal penting yang harus dengan hati-hati dipikirkan. Kaitan asumsi dan sudut pandang adalah bagaimana kita menanggapi dan menghadapi suatu persoalan. Salah satunya terkait perempuan. Sebagai perempuan yang memiliki pikiran, tentu penting memilih dan memilah kata yang diucapkan di hadapannya supaya posisi perempuan dalam kehidupan sosial tetap ‘terjaga’. Temanku bercerita, dia seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak yang masih berusia belia. Semuanya bersekolah dan diantar jemput serta diurus setiap hari oleh ibunya. Aku tidak pernah bertanya terkait keadaannya secara detail. Namun, temanku ini justru menceritakan sedikit demi sedikit kondisinya. Dia tidak kesulitan ekonomi, tetapi dia mengurus semua sendiri. Suaminya? Suaminya bekerja di luar kota dan hanya pulang sebulan sekali. Jatah cuti pun hanya maksimal lima hari. Bayangkan jika itu aku. Membayangkannya saja aku tak mampu.

Kondisi seperti temanku ini bukanlah sesuatu yang aneh. Ada banyak istri dan ibu yang merasakannya dan menjalaninya selama bertahun-tahun. Mereka kuat dan Tangguh karena keadaan. Yang berputar di otakku adalah bagaimana bisa mereka selalu berpikiran positif selama bertahun-tahun pada suami yang jarang mereka temui? Membayangkannya saja aku tak mampu. Hal yang membuat kagum adalah temanku bercerita sambil menyemangati dirinya sendiri dan menyemangatiku. Women support women yang sesungguhnya. Seperti itulah sisi perempuan. Tak mau terlihat rapuh di hadapan orang lain. Menjaga rumah tangga karena taat pada agama. Bagaimana dengan perempuan lain? Sebagian perempuan kuat menyimpan sakit hati karena perkataan lelaki yang logis. Apakah tidak bisa sekali saja mengerti tentang bagaimana harus berucap dan bertindak di hadapan perempuan. Perempuan yang kamu sayangi lho! Apakah logika akan selalu jadi alasan untuk memojokkan perempuan, apakah tidak bisa memiliki sedikit toleransi terhadap perasaan?

Asumsi terkait perempuan adalah makhluk yang lemah harus dipatahkan. Jangan menjadi hakim terhadap orang lain yang bahkan kamu tidak pernah tahu kondisi sebenarnya. Jangan hakimi perempuan hanya karena dia mengedepankan perasaannya. Kita tidak pernah tahu seberat apa beban yang dipikulnya. Barangkali dia menggunakan perasaan sebagai senjata terakhir karena pikirannya sudah tidak bisa berjalan seiring langkahnya.

Sudut pandang perempuan adalah cara perempuan menghargai dirinya sendiri, mengapresiasi semua pencapaiannya secara mandiri, dan menjaga kesehatan mentalnya di tengah gempuran badai kehidupan. Cukup berikan semangat pada perempuan-perempuan kuat di sekitarmu. Pastikan kamu dan mereka selalu bahagia walaupun banyak ujiannya. Ingat, perempuan bukan makhluk lemah. Perempuan adalah makhluk yang kuat. Perempuan memiliki kedudukan sosial yang sama dengan laki-laki. Perempuan bisa berkembang dan memiliki cita-cita tinggi. Jangan memandang perempuan sebagai beban perasaan, pandang saja sebagai sesama manusia yang juga wajib dihargai. -sekian-

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Opini

Jamu Temu Ireng: Terapi Mengatasi Gatal Penderita Darah Manis

Published

on

Adelia Selvira
Mahasiswa Jurusan Farmasi

Gatal seringkali dirasakan oleh seseorang dengan kondisi darah manis. Hal tersebut dapat membuat tidak nyaman serta mengganggu aktivitas di dalam keseharian. Darah manis itu bukan penyakit, bahkan belum ada pernyataan tentang cara penyembuhannya melainkan hanya cara meringankan efek gatalnya saja.

Mengutip jurnal Respati dan Budianti mengatakan bahwa darah manis yang dalam medis disebut prurigo nodularis adalah suatu kondisi kulit kronik yang menimbulkan rasa gatal mendadak menyebabkan garukan yang sulit dikontrol. Pada garukan yang terus-menerus menyebabkan luka bekas (lesi) merah, hingga kehitaman. Ini dirasakan pada bagian ekstremitas atas dan bawah tubuh (lengan maupun kaki). Jika sudah menimbulkan bekas pada sebagian orang akan menurunkan kepercayaan dirinya.

Dalam kondisi tertentu dapat menghalangi aktivitas berkegiatan. Karena bukan hanya gatal tapi muncul sensasi panas, terbakar, dan tertusuk. Darah manis bahkan terkadang dikaitkan dengan faktor dari penyakit diabetes melitus.

Sudah banyak jamu yang dikonsumsi dari berbagai tanaman obat-obatan. Nah, temu ireng juga dikenal mempunyai khasiat untuk mengatasi gatal, menambah nafsu makan, pengobatan herbal penderita diabetes serta manfaat lainnya. Dalam temu ireng salah satunya terdapat kandungan flavonoid sebagai antiinflamasi atau anti radang.

Flavonoid memiliki mekanisme dengan menghambat enzim yang memicu peradangan siklooksigenase (COX) atau lipoksigenase (LOX) dan menghambat akumulasi leukosit. Jika sudah muncul luka garukan (lesi) akan terjadi peluncuran leukosit menuju luka untuk pemulihan luka. Namun, hal ini bersamaan dengan munculnya rasa gatal. Oleh karena itu flavonoid mampu menghambat peluncuran leukosit yang terlalu berlebihan.

Cara pembuatan jamu temu ireng yaitu pertama dengan merajang bahan segar. Kemudian iris tipis temu ireng. Rebus dengan air matang. Jamu rebusan siap dikonsumsi. Untuk yang lebih kental temu ireng dapat di blender lalu rebus dan sebelum diminum saring terlebih dahulu.

Jadi kita perlu mengonsumsi minuman jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh sekaligus meneruskan warisan ilmu nenek moyang

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending