web analytics
Connect with us

Opini

Lahir Normal vs Sesar: Benarkah Imunitas Bayinya Berbeda?

Published

on

Sumber foto: Freepik

Silvi Aprilia Putri mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Perdebatan mengenai metode melahirkan seolah tidak pernah ada habisnya di kalangan masyarakat. Sayangnya, diskusi ini sering kali dibumbui oleh stigma yang menyudutkan. Masih ada anggapan keliru bahwa seorang wanita baru menjadi “ibu seutuhnya” jika melahirkan melalui jalur normal (pervaginam). Padahal, baik melahirkan normal maupun operasi sesar (C-section), keduanya adalah perjuangan bertaruh nyawa yang sama-sama mulia.

Namun, jika dikesampingkan dari sudut pandang sosial dan melihatnya murni dari kacamata medis, apakah benar ada perbedaan dampak kesehatan bagi bayi yang lahir lewat jalan lahir dengan yang melalui operasi sesar? Jawabannya: ada, terutama dalam hal sistem imun awal si kecil.

Secara biologis, proses melahirkan normal memberikan satu keuntungan besar yang tidak didapatkan pada proses sesar, yaitu paparan mikrobioma. Saat bayi melewati jalan lahir, tubuhnya akan “mandi” dan terpapar oleh jutaan bakteri baik dari ibunya, salah satunya adalah kelompok Lactobacillus.

Bakteri-bakteri baik inilah yang pertama kali menjajah saluran pencernaan bayi dan bertindak sebagai “pelatih” bagi sistem imunnya yang baru lahir. Mikrobioma ini membantu tubuh bayi mengenali mana zat yang berbahaya dan mana yang tidak, sehingga di kemudian hari, anak yang lahir normal cenderung memiliki risiko yang lebih rendah terhadap alergi, asma, atau gangguan pencernaan.

Meskipun ada perbedaan dari sisi mikrobioma awal, hal ini sama sekali tidak boleh dijadikan alasan untuk menghakimi pilihan seorang ibu. Operasi sesar adalah salah satu inovasi terbesar dalam dunia kedokteran yang diciptakan untuk menjadi juru selamat.

Ketika terjadi kondisi darurat medis seperti gawat janin, posisi sungsang, plasenta previa, atau panggul ibu yang terlalu sempit, operasi sesar adalah jalan terbaik dan paling aman untuk memastikan ibu dan bayi pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Memaksakan lahir normal pada kondisi yang tidak memungkinkan justru bisa berakibat fatal.

Lagipula, sains tidak berhenti di ruang bersalin. Kekurangan mikrobioma awal pada bayi sesar bisa dikejar secara optimal melalui pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, karena ASI kaya akan prebiotik (Human Milk Oligosaccharides) yang menjadi makanan bagi bakteri baik untuk tumbuh di usus bayi. Selain itu, metode skin to skin contact (kontak kulit ke kulit) sesegera mungkin setelah operasi juga membantu mentransfer bakteri baik dari kulit ibu ke bayi.

Pada akhirnya, jalan lahir dan operasi sesar hanyalah dua jalur berbeda yang ditempuh untuk satu tujuan yang sama: melahirkan kehidupan baru ke dunia. Perbedaan imunitas di awal kelahiran adalah fakta medis, namun itu adalah hal yang bisa dioptimalkan lewat kasih sayang, ASI, dan perawatan pascalahir yang tepat.

Bagi seluruh ibu di luar sana, apa pun jalurnya, Anda adalah pahlawan. Stop membanding-bandingkan proses persalinan, karena kesehatan ibu dan kebahagiaan bayi adalah prioritas yang utama.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Opini

Physical & Emotional Intimacy in Healthy Relationships

Published

on

Sumber foto: Freepik

Sexual health also includes healthy respectful relationships and intimate partnership.

What is intimacy?

Anna de Muinck Keizer university of Amsterdam

Intimacy is a multidimensional construct that consists of intellectual, personal, affective and physical aspects. Emotional and sexual aspects of intimacy are important predictors of satisfaction in a relationship. Intimacy can have a positive influence on the development of trust and bond in relationships and marriage.

Emotional intimacy is when partners feel the ability to behave, think or feel without fear of being judged. It is related to partner satisfaction, emotional well-being, communication, partner support, understanding and sexual well-being. Additionally, it can be a protective factor in romantic relationships and a key factor for mental health and well-being.

Sexual intimacy involves physical affection, trust and respectful communication between partners. Sexual desire has been positively associated to emotional and relationship quality. In addition, sexual satisfaction predicts higher relationship satisfaction.

Why is intimacy important?

Lack of intimacy is associated with relationship issues such as lost sense of security, jealousy between partners, prevention of processing of conflicts. When a relationship misses emotional intimacy, the relationship can feel lonely, disconnected from each other, not sharing important things, lack of support, which all can cause more conflicts and arguments. A lack of emotional intimacy can in turn cause lower sexual intimacy and lower relationship satisfaction.

The role of communication

Communication plays an important role in relationships; it can strengthen or hinder emotional and sexual intimacy between partners.  Individuals who experienced positive communication in their relationship are more likely to feel sexually and emotionally intimate with their partners and therefore satisfied with their relationships.

Tips on how to ensure emotional and sexual intimacy in your relationship:

  • Create an atmosphere for your partner where they will feel safe disclosing their vulnerabilities.
  • Encourage communication about their want and needs, ask questions.
  • Consider turning of electronic devices when spending time together, especially during mealtime.
  • Make time for each other and engage in mutually enjoyable fun activities.
  • Have a good balance between self-care and being together.

 

References

Aranda, V., Ayala, M., Esquivel, C., Ossandón, N., & Quinteros, C. (2024). Self-concealment and emotional intimacy in Chilean adults in a couple relationship. Iberoamerican Journal of Psychology and Public Policy, 1(2), 119–140. https://doi.org/10.56754/2810-6598.2024.0012

Beaulieu, N., Bergeron, S., Brassard, A., Byers, E. S., & Péloquin, K. (2022). Toward an integrative model of intimacy, sexual satisfaction, and relationship satisfaction: A Prospective Study in Long-Term Couples. The Journal of Sex Research, 60(8), 1100–1112. https://doi.org/10.1080/00224499.2022.2129557

Lancer, D. (2023, April 4). 8 ways to nurture emotional intimacy in your marriage. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/men-growing-intimacy-in-marriage-1270945

Wider, W., Chua, B. S., Mutang, J. A., Tan, C. C., Jiang, L., Tanucan, J. C. M., Thant, Y. M., & Udang, L. N. (2025). Associations between intimacy in relationships and marital satisfaction across gender and in different durations of relationship. Cogent Psychology, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311908.2025.2545657

Yoo, H., Bartle-Haring, S., Day, R. D., & Gangamma, R. (2013). Couple communication, emotional and sexual intimacy, and relationship satisfaction. Journal of Sex & Marital Therapy, 40(4), 275–293. https://doi.org/10.1080/0092623x.2012.751072

 

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending