Opini
Membaca “Bahasa Planet” di Kemasan Obat: Panduan Singkat Memahami Arti Lambang Hijau, Biru, dan Merah
Published
10 hours agoon
By
Mitra Wacana

Agisna Mahabbah Dewi Sonia, Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pernah lihat lambang hijau, biru, dan merah pada kemasan obat, tapi belum tahu artinya? Bagi orang awam, simbol ini mungkin tampak misterius seperti “bahasa planet”. Padahal, tiga warna ini bukan sekadar hiasan, melainkan penanda penting yang membantu kita mengenali jenis obat, tingkat keamanannya, serta cara penggunaannya. Yuk, kenali makna di balik tiga lambang obat yang paling sering kita temui sehari-hari!
Menurut Undang-Undang Kesehatan, obat bukan sekadar barang konsumsi biasa. Obat merupakan zat aktif yang dirancang untuk memengaruhi sistem tubuh manusia. Karena efeknya yang besar dalam menyembuhkan atau mengubah proses kimia tubuh, pemerintah mengelompokkannya ke dalam beberapa golongan agar masyarakat terhindar dari bahaya salah obat.
- Lingkaran Hijau 🟢 : Obat Bebas (Si Ramah yang Aman Dikonsumsi)
Jika melihat lingkaran hijau dengan garis tepi hitam, artinya obat tersebut masuk dalam kategori Obat Bebas.
- Apa artinya? Obat ini memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi. Anda bisa membelinya dengan mudah tanpa perlu resep dokter, baik di apotek, minimarket, hingga warung kelontong dekat rumah.
- Contohnya: Parasetamol yang biasa kita minum saat demam atau sakit kepala ringan. Meskipun aman, Anda tetap wajib membaca aturan pakai yang tertera di kemasannya, ya!
- Lingkaran Biru 🔵 : Obat Bebas Terbatas (Boleh Dibeli, Tapi Ada Syaratnya)
Naik satu tingkat, ada lingkaran biru dengan garis tepi hitam. Golongan ini disebut Obat Bebas Terbatas.
- Apa artinya? Obat ini sebenarnya masuk dalam kategori obat keras, namun dalam dosis tertentu masih boleh dibeli bebas tanpa resep dokter. Keunikannya, obat ini selalu disertai dengan tanda peringatan khusus (P. No. 1 sampai P. No. 6) di kemasannya, seperti “Awas! Obat Keras. Bacalah aturan pemakaiannya”.
- Contohnya: CTM (chlorpheniramine maleate) untuk mengobati alergi. Obat ini dijual bebas, namun Anda harus waspada karena efek sampingnya bisa menyebabkan kantuk berat.
- Lingkaran Merah dengan Huruf “K” 🔴 : Obat Keras & Psikotropika (Wajib Resep Dokter!)
Ini adalah zona merah yang tidak boleh Anda sentuh sembarangan. Cirinya adalah lingkaran merah dengan garis tepi hitam dan huruf “K” tebal di tengahnya.
- Apa artinya? Obat ini memiliki risiko efek samping yang tinggi, potensi interaksi antar-obat yang kompleks, atau risiko penyalahgunaan yang berbahaya. Oleh karena itu, obat ini hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter dan penggunaannya harus di bawah pengawasan medis.
- Contoh Obat Keras: Asam mefenamat (obat pereda nyeri berat/sakit gigi) dan berbagai jenis antibiotik.
- Bagaimana dengan psikotropika? Psikotropika merupakan kelompok obat keras, baik yang berasal dari bahan alami maupun sintetis, yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat sehingga memengaruhi aktivitas mental dan perilaku, karena berpotensi menimbulkan ketergantungan, penggunaannya diawasi secara ketat.
- Contoh Obat Psikotropika: diazepam dan phenobarbital
Memahami “bahasa planet” pada kemasan obat merupakan sebuah langkah kecil yang memiliki arti besar bagi keselamatan Anda dan keluarga. Dengan mengenali perbedaan lambang hijau, biru, dan merah, kita bisa menjadi konsumen yang cerdas: tahu kapan bisa mengobati diri sendiri secara mandiri, dan kapan harus segera pergi ke dokter. Ingat, obat bisa menjadi penyembuh, namun bisa juga menjadi racun jika salah digunakan!
You may like

Bulan baru, dipertengahan Muharrom 1448 H.
Sudah menjadi kebiasaan beberapa malam terakhir, aku selalu menuliskan banyak hal, mulai dari perasaan yang kurasakan, keinginan, mimpi, mulai dari yang terkecil, sampai yang terbesar menurutku, juga kegelisahan, apapun yang terlintas saat itu, aku menuliskannya.
Aku ingin berbagi satu hal yang terjadi hari ini, yaitu aku belajar hal baru tentang software dalam dunia bisnis.
Jujur saja, aku suka berdagang. Beberapa kali aku berganti berjualan barang, mulai dari sepatu, baju, cosmestic, skincare, dan terjun ke banyak hal dalam proses penjualan.
Kukira hal itu bisa menjadikan aku senior suatu saat, menjadi bussines women.
Tapi, apa yang aku lakukan bahkan masih jauh dari kata bisnis, aku tak lebih dari seorang penjual.
Bukan hari ini kusadari bahwa aku masih jauh dari seorang pebisnis, dan sejak kusadari, hal itu justru membuat semangatku padam dan aku berhenti.
Sampai pada dihari ini, aku memutuskan untuk kembali, aku mulai belajar hal baru, mengikuti kegiatan seminar aplikasi untuk pebisnis.
Dan malam ini, aku menyadari bahwa dunia hari ini telah berlari dengan kecepatan mengagumkan menurutku, aku yang berhenti saat ini, bahkan tidak berada digaris manapun, bukan di start, bukan di pertengahan, dan sejak aku berhenti, aku hanya menjadi penonton.
Menulis bermacam macam hal beberapa hari terakhir mencungkil sedikit semangat, mengembalikan sesuatu yang selama ini ku simpan rapi, seolah tak ingin seorang mengetahuinya, aku menguburnya di dasar, seolah tak ada harapan untuk kembali.
Sedikit semangat itu bahkan membuatku bertanya pada diriku sendiri, apakah kamu masih yakin untuk terus menjadi penonton?
Tidak kah kamu ingin kembali belajar hal baru? Kembali mencoba banyak hal?
Kembali untuk menjadi salah satu pemain? Menjadi bussines women seperti impianmu?
Kamu mungkin merasa tidak bisa mengikuti kecepatan dunia bertransformasi, tapi bukankah kamu percaya pada TUHAN-MU?
Kecepatan internet, kecepatan dunia, mereka bahkan tidak lebih cepat dari kecepatan cahaya?
Kamu mungkin tidak akan sampai finish yang kamu maksud, karna ukuran dunia luas dan terus bertambah,
Hawa nafsu manusia yang tidak akan pernah merasa puas, terlalu ambisius dan terus menggeser batas,
Tapi bukankah tujuan menjadikan kita lebih hidup?
Apa yang kamu inginkan? Bukankah Kamu ingin Islam kembali berjaya? Kamu ingin Islam tidak hanya kuat dalam keyakinan, tapi Islam juga kuat dari segi finansial, Islam kuat dari segi prinsip2 agama yang diterapkan oleh orang Islam itu sendiri?
Bukankah kamu ingin menciptakan lapangan kerja untuk banyak para santri? Agar para santri juga bergerak diseluruh bidang?
Kamu ingin membantu dakwah dari segi kemapanan ? Agak tak ada lagi pendakwah yang fokusnya terbagi?
Para ulama khusus untuk mengajarkan, para dokter bekerja dengan ketakwaan, polisi , seluruh ilmu dalam Islam menjadi penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan seluruh cita-cita dan harapan yang kamu miliki, kamu hanya ingin melihat dari jauh tanpa terjun?
Sungguh terlalu.
Mulai lah kembali, dan tetaplah berhenti sejenak untuk sekedar memikirkan kembali tujuan, niat,
Teruslah melangkah dan berhenti sejenak untuk melakukan evaluasi, apa yang harus aku buang? Apa yang harusnya di pertahankan? Apa yang harusnya di lakukan selanjutnya?
Ini hanya sebagian tentang hari ku, tapi mungkin bisa jadi pengingat untuk kita bersama, halo Alghzz di masa depan.
Untukmu, siapapun kamu, apapun yang kamu lakukan hari ini, jangan pernah berhenti belajar.
Kamu mungkin ingin menyerah, kamu mungkin merasa lelah, atau terlalu sering melakukan kesalahan sehingga sering menyalahkan diri sendiri,
Kamu hebat sudah bertahan sejauh ini, kamu di jalan yang benar jika kamu benar-benar meyakininya.
Karna dunia ini memang di design untuk ujian, dan selama kita masih bernafas, terus berusaha, tak ada kata gagal.
Gagal sesungguhnya adalah ketika kita memutuskan untuk berhenti belajar.
Dunia tak akan berakhir sampai waktu yang ditentukan, tapi waktu kita akan habis lebih dulu,
Karna garis finish yang pasti bagi kita semua hanyalah kematian. Kegagalan yang sebenarnya adalah ketika kamu tidak melihat hasil apapun setelah hari mu berakhir.
Penulis, Khumaida Ulfa (Makassar)

Membaca “Bahasa Planet” di Kemasan Obat: Panduan Singkat Memahami Arti Lambang Hijau, Biru, dan Merah

Dunia yang belum berakhir







