web analytics
Connect with us

Kulonprogo

Pertemuan Rutin P3A Pesisir Desa Banaran

Published

on

(Ivi/Mitra Wacana) Pertemuan rutin P3A Pesisir Desa Banaran Kulon Progo Yogyakarta dilaksanakan tanggal 12 September 2019 di kediaman Siti Umayah pedukuhan 9 pada pukul 14.00 WIB. Pertemuan kali ini membicarakan mengenai keterlibatan P3A Galur dalam kegiatan gebyar kesehatan reproduksi yangg akan dilaksanakan oleh mitra wacana dan IPAS pada tanggal 14-15 September mendatang. Beberapa anggota P3A berpartisipasi untuk menjual produk-produknya seperti kerajinan tangan, produk jadi, makanan dan sebagainya dalam acara gebyar kesehatan reproduksi.

[15:40, 9/12/2019] Mbak Ivi CO KO: Pertemuan rutin P3A Pesisir Desa Banaran Kulon Progo Yogyakarta dilaksanakan tanggal 12 September 2019 di kediaman Siti Umayah pedukuhan 9 pada pukul 14.00 WIB.

Pertemuan kali ini membicarakan mengenai keterlibatan P3A Galur dalam kegiatan gebyar kesehatan reproduksi yangg akan dilaksanakan oleh mitra wacana dan IPAS pada tanggal 14-15 September mendatang. Beberapa anggota P3A berpartisipasi untuk menjual produk-produknya seperti kerajinan tangan, produk jadi, makanan dan sebagainya dalam acara gebyar kesehatan reproduksi.

Beberapa anggota P3A pesisir juga merupakan kader posyandu yang akan melaksanakan kegiatan studi banding di gunung kidul, yogyakarta mengenai posyandu. Kegiatan ini terlaksana berkat bekerja sama bersama LIPI.

Selain itu P3A pesisir juga berencana akan mulai membuat sosial media yang bertujuan sebagai wadah perkembangan praktik jurnalistik. Diharapkan pula anggota P3A dapat menjadi anggota BPD khusus sebagai wakil perempuan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kulonprogo

MITRA WACANA LAKUKAN EVALUASI PROYEK DI KULONPROGO

Published

on

Oleh Ruliyanto

Mitra Wacana melakukan evaluasi proyek pencegahan TPPO di wilayah Kabupaten Kulonprogo, komunitas wilayah Kapanewon Kokap menjadi komunitas ketiga yang dilakukan evaluasi, Kamis (28/3/2024). Kegiatan evaluasi yang dilangsungkan di Rumah Makan Joglo Girli bertujuan untuk menilai kebermanfaatan proyek bagi komunitas di wilayah Kabupaten Kulonprogo.

Kegiatan evaluasi ini mengundang tiga komunitas perempuan dampingan Mitra Wacana dan dua komunitas media di wilayah Kapanewon Kokap. Setidaknya 18 orang dari dua komunitas ini ikut berpartisipasi dalam kegiatan evaluasi tersebut. bersama-sama mereka akan terlibat dalam penilaian kebermanfaatan dari proyek Mitra Wacana bagi mereka.

MSC (Most Significant Change) menjadi pendekatan yang digunakan Mitra Wacana dalam evaluasi kali ini, dimana komunitas akan menuliskan cerita mereka yang paling signifikan yang mereka rasakan berkaitan dengan proyek Mitra Wacana.

Proses evaluasi ini difasilitasi oleh Muadzim selaku manajer proyek untuk pencegahan TPPO di Kabupaten Kulonprogo. Proses diawali penyampaian tujuan diadakannya kegiatan yang mengundang komunitas diwilayah kokap oleh Ruliyanto dan dilanjutkan dengan teknik pelaksanaan evaluasi oleh Muadzim. Dalam proses ini komunitas yang hadir diminta untuk mengisi beberapa formulir dalam kertas kerja yang telah disediakan. Terkait informasi diri, seperti nama, alamat, dan nomer telepon yan menjadi hal wajib untuk di isi, termasuk lembar persetujuan dari komunitas bila nantinya hasil dari evaluasi tersebut akan dipublikasikan melalui laporan.

Selanjutnya peserta dari komunitas ini diminta untuk menuliskan ceritanya dalam 3 domain utama yang ingin dilakukan evaluasi. Pertama berkaitan kebermanfaatan proyek yang berdampak terhadap kualitas hidup peserta, kedua terkait perubahan partisipasi peserta dalam proses pembangunan di desa, dan terakhir tentang menfaaat proyek terhadap kelangsungan organisasi mereka. Kegiatan evaluasi yang belangsung kurang lebih dua jam ini berlangsung lancar dan peserta menikmati proses yang mereka lakukan. Beberapa merasa metode semacam ini terasa tidak dievaluasi karena hanya mengungkap cerita yang mereka rasakan, seperti yang disampaikan oleh Bu Lusi, salah seorang anggota komunitas dari Hargorejo, “ Evaluasi biasanya kita kan ditanya tanya, terkait ini itu dan sebagainya, ini kok beda hanya menuliskan cerita, tapi asyik”, ungkapnya selesai sesi penulisan cerita.

Setelah sesi penulisan cerita, peserta diajak untuk memberikan penilaian dari cerita yang dituliskan oleh peserta yang hadir. Hal ini bertujuan untuk menentukan cerita mana dari masing-masing domain yang dianggap oleh komunitas cerita paling penting dari proses pendampingan yang dilakukan Mitra Wacana. Setelah semua sesi dilewati, kegiatan ditutup dengan buka bersama.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending