Opini
Remaja, Belajar Kesehatan Reprodukasi Yuk !
Published
11 years agoon
By
Mitra Wacana

Astriani
oleh Astriani
Belum lama ini masyarakat dikejutkan dengan beberapa kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan di yogyakarta. Pertama, ditemukannya perempuan yang meninggal akibat mengalami pendarahan di kamar kosnya, sedangkan kasus yang kedua ditemukannya perempuan penjual angkringan yang meninggal dunia karena dibunuh dan pelakunya juga masih tega melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Kasus kekerasan seksual masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua.
Berdasarkan catatan komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan dan anak (KOMNASPA), Januari-April 2014, terdapat 342 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Data Polri 2014, mencatat ada 697 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di separuh tahun 2014. Dari jumlah itu, sudah 726 orang yang ditangkap dengan jumlah korban mencapai 859 orang. Sedangkan data KPAI dari bulan Januari hingga April 2014, terdapat 622 laporan kasus kekerasan terhadap anak.
Melihat kasus yang bagaikan gunung es, sebagai remaja tentunya harus selalu mawas diri. Penting untuk membekali remaja dengan pendidikan kesehatan reproduksi. Pengertian pendidikan kesehatan reproduksi sendiri adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Pendidikan kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu, karena dengan mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi, remaja menjadi tahu fungsi dan cara perawatannya.
Pendidikan kesehatan reproduksi bukan sekedar memberi informasi yang lengkap mengenai seksualitas kesehatan reproduksi dari sudut biologis saja. Pendidikan kesehatan reproduksi juga mengajarkan remaja memiliki keterampilan untuk memilih dan mengkomunikasikan pilihannya. selain itu juga melindungi resiko hubungan seks yang tidak aman.
Manfaat remaja mengetahui kesehatan reproduksi agar memiiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya sehingga remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertujuan melindungi reproduksinya. Orangtua juga harus aktif untuk mengenalkan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini.
Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja agar mereka mempunyai kespro yang baik diantaranya :
- Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi dan hak – hak reproduksi
- Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasangannya
- Infeksi Menular Seksual ,HIV-AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi
- Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
- Pengaruh sosial & media terhadap perilaku seksual
- Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya.
You may like
Opini
Pecinta Pedas Yuk Merapat: Cobain Mangut Kepala Manyung Yang Lezat, Dijamin Nagih
Published
1 week agoon
5 May 2026By
Mitra Wacana
Oleh Eka Lestari
Penggemar ikan udah pernah nyobain kuliner yang satu ini belum? Namanya mangut kepala manyung, kuliner sedap dengan cita rasa yang khas. Mangut kepala manyung merupakan hidangan unik dari pesisir Utara Jawa Tengah. Kuliner ini bisa dibilang legendaris dan jadi andalan di Kota Semarang. Mangut kepala manyung adalah salah satu hidangan khas Semarang. Konon, makanan ini sudah ada sejak 1960-an. Berakar dari budaya kuliner Pantura Jawa Tengah, dan banyak ditemukan di Kota Atlas dan sekitarnya.
Sesuai namanya, hidangan ini berisi kepala ikan manyung, yaitu ikan laut yang termasuk dalam kelompok ikan berkumis atau famili Ariidae. Bentuknya seperti ikan lele, tapi ukurannya lebih besar. Ikan manyung punya daging yang tebal dan cenderung tidak begitu amis.
Ciri khas dari hidangan ini menggunakan kepala ikan manyung yang sudah diasap. Rasanya pedas bercampur kuah santan yang gurih. Uniknya, mangut kepala manyung punya aroma begitu khas yang berasal dari proses pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional.
Teknik pengolahannya sangat menarik. Sebelum dimasak menjadi hidangan lezat, kepala ikan manyung diasap terlebih dahulu (dengan kayu atau tempurung kelapa), tujuannya untuk menciptakan aroma smoky yang meresap ke dalam daging. Selain itu, pengasapan dilakukan sebagai cara pengawetan alami. Dengan metode pengasapan tersebut, bisa mengurangi kadar air dan mengubah tekstur kulit menjadi mengkilap.
Hidangan ini juga kaya akan rempah, jadi bumbunya terasa medok. Hal itu bisa dirasakan dari kuahnya yang kental dan berbumbu, terdiri dari kunyit, cabai, kencur, jahe, ketumbar, daun salam, lada, dan santan yang menonjolkan aroma gurih, dan sedikit asam. Kombinasi rempah tersebut menciptakan kuah yang pedas dan enak di lidah. Dagingnya melimpah dan ukurannya yang besar menjadikannya sebagai kuliner pantura. Rasanya juara dan porsinya yang tidak seperti biasanya, dianggap oleh sebagian orang sebagai kuliner mewah.
Kini, mangut kepala manyung jadi salah satu kuliner Semarang yang sering diburu oleh wisatawan. Rasanya yang khas dan porsinya yang menyenangkan, membuat hidangan ini jadi primadona oleh beberapa kalangan.
Kalau kamu mampir ke Kota Semarang, ada salah satu warung makan yang menyajikan hidangan tersebut yaitu Mangut Kepala Manyung Bu Fat. Tempatnya sering didatangi wisatawan dan terkenal di kalangan pecinta kuliner.
Lokasinya sudah punya beberapa cabang yaitu di Jalan Ariloka, Krobokan, Kecamatan. Semarang Barat, Kota Semarang dan Jalan Sukun Raya No. 36, Banyumanik, Semarang.
Yuk guys kalau kamu main ke Semarang, cobain mangut kepala manyung. Dijamin bakal ketagihan deh..







