web analytics
Connect with us

Ekspresi

Asal Usul Desa Demangrejo

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Penyusun:
Chrisvian Destanti
Ika Sari Rahayu
Indah Setiyani

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia – UNY

 

Demangrejo adalah nama desa yang berada di kecamatan Sentolo, kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih tepatnya lagi apabila anda berkunjung di Kulon Progo apabila melihat Tugu Pensil yang berada di selatan jalan desa Demangrejo ini arahnya terletak di selatan Tugu pensil tersebut. Desa yang penuh sejarah dan penuh cerita.

Menurut cerita yang berkembang di daerah sekitar, dusun-dusun di desa Demangrejo terbentuk karena terdapat berbagai sejarah tersendiri. Seperti dusun Demangan  yang awal mulanya pada zaman dahulu dusun tersebut tinggal seorang sesepuh bernama Mbah Demang dan keluarganya. Beliau memiliki seorang istri bernama Sumarni, dan memiliki dua anak laki laki bernama Malik dan Ridwan. Mbah Demang hidup bersama keluarga yaitu di desa Demangan. Beliau adalah seorang sesepuh yang memegang kekuasaan di Desanya. Wilayah ini dulu hanyalah sebuah desa kecil yang bernama dusun Demangan dan hanya diduduki oleh beberapa kepala keluarga saja. Karena banyak orang beranggapan bahwa banyak tempat mistis sehingga dalam kehidupannya merasa terganggu dan tidak nyaman.

 Desa ini muncul karena pertemuan antara dua dusun yaitu dusun Demangan dan dusun Bonoharjo. Bergabungnya antara dusun Demangan dan dusun Bonoharjo ini terjadi pada tahun 1948. Dusun ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah utara dan selatan. Wilayah selatan terbagi menjadi tiga yakni dusun Kijan, dusun Karang Patihan, dan dusun Demangan kemudian wilayah utara yaitu Desa Bonoharjo yang juga terbagi menjadi tiga wilayah yaitu dusun Belik, dusun Banaran dan dusun Kenteng. Kedua desa ini kemudian berkembang dari kekuasaan Mbah Demang hingga saat ini yang memegang kekuasaannya adalah Bapak Gunawan.

Masyarakat di desa Demangrejo termasuk Mbah Demang ini dahulu kebanyakan bekerja sebagai pekebun dan petani, dimana banyak lahan lahan perkebunan dan pertanian yang subur di daerahnya. Di masa sekarang warga di desa Demangrejo masih ada yang menjaga tradisi yang ada dan ada yang tidak, namun kebiasaan zaman dahulu yaitu bercorak petani dan pekebun masih banyak dilakukan oleh warga sebagai mata pencaharian. Namun di samping itu warga desa Demangrejo ini sudah banyak yang lupa akan sejarah yang ada di lokalitas tempat tinggal mereka.

Setelah Mbah Demang sudah lanjut usia dan sudah tidak kuat untuk mengurus lahan pertanian maupun perkebunannya Mbah Demang tiba tiba jatuh sakit. Karena pada zaman dulu belum ada fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun klinik pengobatan  Mbah Demang hanya berbaring di rumah dan diberikan pengobatan herbal dari hasil perkebunan. Setelah beberapa bulan kemudian Mbah Demang yang hanya berbaring di rumah akhirnya sesepuh di dusun Demangan ini meninggal dunia dan kemudian dimakamkan di makam Getasan yang beralamat di dusun Demangan rt. 03/ rw. 01 desa Demangrejo kecamatan Sentolo kabupaten Kulon Progo. Kurang lebih 500 meter dari rumah duka.

Kemudian setelah sepeninggalan beliau pemegang kekuasaan di dusun Demangan ini digantikan oleh salah satu warga yakni Mbah Bejo yang sekaligus mempersatukan dusun Demangan dan dusun Bonoharjo menjadi salah satu desa yaitu desa Demangrejo pada tahun  1948. Hingga saat ini desa Demangrejo sudah berdiri dengan kokoh dan menjadi desa yang makmur, tentram dan damai.

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekspresi

Qurban di Masa Pandemi

Mitra Wacana WRC

Published

on

qurban di masa pandemi

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Kamis (15/7/2021) Talkshow Mitra Wacana kali ini mengangkat tema “Qurban di Masa Pandemi” di Radio Smart 102.1 FM Yogyakarta bersama narasumber Drs Abd Samik (Wakil Ketua 2 Baznas Kota Yogyakarta).

Dalam talkshow kali ini narasumber membahas terlebih dahulu dimasa pandemi dan menjelang Idul Adha ini adal hal yang bisa dimanfaatkan seperti perintah dalam Surah Al-kausar melakukan qurban. Qurban berasal dari istilah qoroba yang memiliki arti mendekatkan diri, perintah dalam surah ini adalah melakukan qurban untuk mendekatkan diri pada tuhan. Tetapi dalam praktiknya dibuktikan dengan berbagi dengan sesama.

Perintah ini dilakukan dengan dua kegiatan yaitu pendekatan dengan tuhan dan pendekatan kepada sesama manusia, itulah yang dinamakan qurban. Sehingga wujudnya adalah berbagi dengan sesama. Qurban yang paling utama adalah memberikan manfaat kepada orang di saat yang tepat dan dibutuhkan. Terutama di masa pandemi dan PPKM ini banyak orang yang terkena covid-19 yang melakukan isolasi dan usaha yang menurun bantuan, hal ini bagi muhammadiyah yang perlu disalurkan kepada yang membutuhkan dan tepat sasaran.

Berqurban di masa pandemi harus sesuai dengan anjuran agama dalam menyembelih hewan, menjaga lingkungan yang sehat dan bersih dan menerapkan protokol kesehatan merupakan ibadah yang sering kita anggap bukan ibadah padahal itu bagian dalam ibadah. Qurban secara online di dalam agama di perbolehkan.  

Menyembelih sendiri ataupun mengikuti proses penyembelihan di dalam agama tidak keharusan untuk mengikuti hal tersebut. Qurban online merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjaga untuk tidak langsung melakukannya sendiri, karena banyak orang yang tidak mampu menjalankan qurban mulai dari pemeliharaan, proses penyembelihan, proses pemotongan dan sebagainya. 

Berqurban harus sesaui dengan anjaran agama dalam memperlakukan hewan qurbannya, fasilitas atau tempat yang menyediakan tempat qurban di tangani oleh ahli atau orang yang mampu melakukan penyembelihan secara halal sesuai ajaran dalam agama seperti proses sebelum berqurban yaitu menyiapkan tempat layak bagi hewan qurban, tempat harus terpisah dengan tempat penyembelihan, memperhatikan kesejahteraan hewan qurban, kesehatan harus di periksa, 12 jam sebelum penyembelihan harus di istirahatkan makan agar tenaga berkurang, isi kotoran di dalam perut berkurang agar bakteri dari makan tidak banyak tentu akan menjadi sehat ketika hendak di sembelih

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung