web analytics
Connect with us

Ekspresi

Asal Usul Desa Demangrejo

Published

on

Penyusun:
Chrisvian Destanti
Ika Sari Rahayu
Indah Setiyani

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia – UNY

 

Demangrejo adalah nama desa yang berada di kecamatan Sentolo, kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih tepatnya lagi apabila anda berkunjung di Kulon Progo apabila melihat Tugu Pensil yang berada di selatan jalan desa Demangrejo ini arahnya terletak di selatan Tugu pensil tersebut. Desa yang penuh sejarah dan penuh cerita.

Menurut cerita yang berkembang di daerah sekitar, dusun-dusun di desa Demangrejo terbentuk karena terdapat berbagai sejarah tersendiri. Seperti dusun Demangan  yang awal mulanya pada zaman dahulu dusun tersebut tinggal seorang sesepuh bernama Mbah Demang dan keluarganya. Beliau memiliki seorang istri bernama Sumarni, dan memiliki dua anak laki laki bernama Malik dan Ridwan. Mbah Demang hidup bersama keluarga yaitu di desa Demangan. Beliau adalah seorang sesepuh yang memegang kekuasaan di Desanya. Wilayah ini dulu hanyalah sebuah desa kecil yang bernama dusun Demangan dan hanya diduduki oleh beberapa kepala keluarga saja. Karena banyak orang beranggapan bahwa banyak tempat mistis sehingga dalam kehidupannya merasa terganggu dan tidak nyaman.

 Desa ini muncul karena pertemuan antara dua dusun yaitu dusun Demangan dan dusun Bonoharjo. Bergabungnya antara dusun Demangan dan dusun Bonoharjo ini terjadi pada tahun 1948. Dusun ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah utara dan selatan. Wilayah selatan terbagi menjadi tiga yakni dusun Kijan, dusun Karang Patihan, dan dusun Demangan kemudian wilayah utara yaitu Desa Bonoharjo yang juga terbagi menjadi tiga wilayah yaitu dusun Belik, dusun Banaran dan dusun Kenteng. Kedua desa ini kemudian berkembang dari kekuasaan Mbah Demang hingga saat ini yang memegang kekuasaannya adalah Bapak Gunawan.

Masyarakat di desa Demangrejo termasuk Mbah Demang ini dahulu kebanyakan bekerja sebagai pekebun dan petani, dimana banyak lahan lahan perkebunan dan pertanian yang subur di daerahnya. Di masa sekarang warga di desa Demangrejo masih ada yang menjaga tradisi yang ada dan ada yang tidak, namun kebiasaan zaman dahulu yaitu bercorak petani dan pekebun masih banyak dilakukan oleh warga sebagai mata pencaharian. Namun di samping itu warga desa Demangrejo ini sudah banyak yang lupa akan sejarah yang ada di lokalitas tempat tinggal mereka.

Setelah Mbah Demang sudah lanjut usia dan sudah tidak kuat untuk mengurus lahan pertanian maupun perkebunannya Mbah Demang tiba tiba jatuh sakit. Karena pada zaman dulu belum ada fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun klinik pengobatan  Mbah Demang hanya berbaring di rumah dan diberikan pengobatan herbal dari hasil perkebunan. Setelah beberapa bulan kemudian Mbah Demang yang hanya berbaring di rumah akhirnya sesepuh di dusun Demangan ini meninggal dunia dan kemudian dimakamkan di makam Getasan yang beralamat di dusun Demangan rt. 03/ rw. 01 desa Demangrejo kecamatan Sentolo kabupaten Kulon Progo. Kurang lebih 500 meter dari rumah duka.

Kemudian setelah sepeninggalan beliau pemegang kekuasaan di dusun Demangan ini digantikan oleh salah satu warga yakni Mbah Bejo yang sekaligus mempersatukan dusun Demangan dan dusun Bonoharjo menjadi salah satu desa yaitu desa Demangrejo pada tahun  1948. Hingga saat ini desa Demangrejo sudah berdiri dengan kokoh dan menjadi desa yang makmur, tentram dan damai.

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Arsip

Talkshow Psikologi: Kupas Stigma Konsultasi ke Layanan Psikologi

Published

on

Talkshow Psikologi: Kupas Stigma Konsultasi ke Layanan Psikologi

Mitra Wacana bersama volunteer dari Jurusan Psikologi UIN Sunan Kalijaga mengadakan talkshow radio di Smart 102.1 FM Yogyakarta. Topik yang dibahas dalam talkshow tersebut mengenai stigma yang muncul di masyarakat ketika seseorang ingin berkunjung dan berkonsultasi ke layanan psikologi. Perbincangan dalam talkshow antara Aviara Noor Oktarinanda dan Indah Nur Hidayanti selaku narasumber dengan Victo selaku penyiar radio SmartFM pada Rabu, 20 Desember 2023 berlangsung dengan sangat seru. 

Pada perbincangan tersebut, Indah dan Aviara mengatakan bahwa ada banyak sekali stigma yang muncul di masyarakat terhadap seseorang yang akan melakukan konsultasi ke layanan psikologi, entah itu dianggap sebagai orang yang lemah, gila, kurang iman ataupun hal lainnya. Padahal sebenarnya orang tersebut hanya ingin bercerita, berkonsultasi, dan meminta bantuan ke layanan profesional. Bisa saja individu tersebut tidak menemukan lingkungan yang mendukung untuk tempatnya berbagi, bercerita, dan menemukan solusi yang tepat mengenai permasalahan hidupnya.

Talkshow Psikologi: Kupas Stigma Konsultasi ke Layanan Psikologi Selanjutnya, mereka membahas tentang perlunya datang dan berkonsultasi ke psikolog. Melakukan konsultasi ke psikolog itu memang bukan suatu keharusan, akan tetapi ketika seorang individu datang ke psikolog ia bisa mendapatkan bantuan dan solusi yang mana mungkin tidak ia dapatkan sebelumnya di lingkungannya. Selain itu, individu yang datang ke psikolog juga dapat bercerita dengan leluasa mengenai apa yang ia rasakan tanpa ada perasaan takut ceritanya akan tersebar luas. Seorang psikolog memiliki kode etik yang harus ia patuhi yakni tidak boleh menyebarkan data atau informasi apapun yang didapat dari klien ke orang lain.

Aviara pun menambahkan, “Pentingnya berkonsultasi ke psikolog itu analoginya seperti ketika kita jatuh. Ketika kita jatuh dan terluka lalu hanya dibiarkan dan tidak diobati, maka luka tersebut akan sulit untuk sembuh bahkan dapat menjadi semakin parah. Begitu pula dengan keadaan mental kita, ketika kondisi mental sudah merasa tidak nyaman atau bahkan sakit dan dibiarkan begitu saja maka kondisi itu juga dapat menjadi semakin parah. Untuk itu, tidak perlu menunggu kondisi mental semakin sakit untuk pergi dan mencari bantuan profesional karena ketika kondisi mental menjadi semakin parah, hal itu dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk pula pada diri sendiri”

Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah ‘aware terhadap diri sendiri’. Hal ini dikarenakan kondisi mental dan pertahanan tiap individu berbeda-beda, untuk itu ketika kita sudah merasakan kondisi diri yang tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial, jangan takut dan ragu untuk mencari bantuan profesional yakni layanan psikologi sesegera mungkin agar tidak terjadi hal yang lebih buruk pada diri kita kedepannya. Saat ini layanan psikologi pun sudah cukup mudah untuk ditemukan di lingkungan terdekat seperti puskesmas, rumah sakit, dan biro psikologi. Bahkan beberapa institusi pendidikan pun juga telah menyediakan layanan konsultasi untuk setiap orang di dalamnya.

Terakhir, Aviara dan Indah mengajak semua masyarakat untuk dapat mengurangi stigma yang muncul ketika ada seorang ingin berkonsultasi ke psikolog. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental, sharing pengalaman konsultasi agar orang lain juga tidak takut, dan juga sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dan layanan psikologi. (ulfi)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending