web analytics
Connect with us

Berita

Bermainlah

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: English Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Bermainlah….
(Wahyu Tanoto)

(Tulisan ini diambil dari status di wall Facebook penulis dengan sedikit editan)

Bermain adalah dunianya anak. Sebagai dunianya, siapapun akan diajak bermain oleh anak, termasuk orang tuanya. Jadi, dengan kata lain bermain adalah hak setiap anak. Bagi seorang anak segala sesuatu merupakan dunia bermain, karena itu kita sebagai orang tua tidak perlu terlalu serius menghadapi anak. Karena anak belum paham apa itu serius.. hehehe. Ketika Orang tua marah dan jengkel bisa jadi anak malah menjadi cengengesan, wkkkkkkk.

Kita semua paham jika anak memiliki dunianya sendiri yang sangat “khas”. Oleh karena itu dari banyak referensi yang pernah saya baca, orangtua disarankan melihatnya dengan sudut pandang anak juga, hihii… Saya tau ini tidak mudah bagi orang tua, tapi kan kita pernah punya pengalaman jadi anak-anak, minimal bisa bertingkah seperti mereka 😂😅. Misalnya joget-joget, teriak-teriak, corat-coret tembok, atau bahkan berdandan dan main boneka (mobil-mobilan juga boleh lah).

Ketika menemani dan mendampingi anak kita butuh ilmu tentang kesabaran yang tidak terbatas, punya jiwa pengertian seluas samudera dan sifat toleran setinggi gunung dan sedalam bumi hehehe, tau kenapa? Karena terkadang orang tua juga bisa terpancing “gemes” melihat tingkah polah anak. Kebetulan saya sedang berproses 😁😃.

Oiya, bagi anak-anak bermain sangatlah lekat dengan kesehariannya, karena tiada hari tanpa bermain, mungkin hukumnya wajib. Ketika anak bermain sudah pasti menimbukan efek nagih yang menyenangkan, tidak ada kata berhenti bermain.

Eniwai, semua orang pasti paham lah kalau perasaan senang adalah salah satu manfaat bermain. Selain senang, dengan bermain anak juga dapat mengembangkan berbagai aspek. Karena, bermain bagi anak sejatinya adalah proses belajar, dan bagi para orang tua hal ini merupakan proses mengasah ketenangan dan “ngempet” (menahan) emosi hehehehe..

Jika kita sebagai orang tua memperoleh pengetahuan melalui membaca, maka anak memperoleh pengetahuannya melalui bermain. Artinya aktivitas bermain bagi anak adalah bentuk dari perkembangan fisik, psikis dan sosial. Betewe secara fisik tubuh anak menjadi lebih sehat, bermain juga merangsang perkembangan motorik kasar dan halus.

Sedangkan secara sosial, anak juga belajar bertemu, berbagi dan membaur dengan orang lain. Dengan bermain anak akan belajar menjalin hubungan dengan teman seusianya (sebaya), belajar mempertahankan hubungan dengan teman atau bahkan juga belajar mencari solusi jika ada tantangan yang dihadapinya. Menurut saya yang agak fundamental anak juga belajar memahami arti “perpisahan”, hehehe 😁😀. Maksudnya berpisah dari bapak atau ibunya atau pengasuhnya.

Dengan bermain, insya Allah penguasaan tata bahasa anak juga semakin tumbuh, berkembang, terbiasa dalam bercakap-cakap, berkomunikasi dan memperluas daerah “jajahannya”. Jika biasanya bermain di depan atau teras rumah, maka dengan bertemu banyak teman bisa juga tiba-tiba bermain di sawah, sungai, lapangan atau ngendong (berkunjung) ke rumah temannya untuk minta jajanan dan makanan, hahahhaha (ini kasusnya anak saya) 🤣😂

Satu lagi sebagai penutup tulisan ini. Dengan bermain, emosi dan kepribadian juga dapat terkelola. Biasanya, anak akan belajar dan berproses bagaimana cara mengelola dan melepaskan ketegangan yang dialami melalui bentuk dan berbagai permainan yang dilakukan. Jadi, sudahkah kita bermain? Kapan? Main apa? 😂😅😄

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Donasi Tanggap COVID-19: Terima Kasih Mitra Wacana, P3A dan Karang Taruna

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: English Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Hargorejo news (22/4/2020),. Pagi ini sekitar pukul 10.00 bertempat di Balai Kalurahan Hargorejo ,Mitra Wacana (WRC) Women Resource Centre yang berkantor di Banguntapan Bantul memberikan bantuan kepada Pemerintah Kalurahan Hargorejo. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dari Mitra Wacana sebagai tindak lanjut pencegahan penularan COVID-19 di lingkup Kalurahan Hargorejo. Sumber dana dari kegiatan ini diperoleh dari penggalangan kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan oleh Mitra Wacana bersama P3A dan Karang Taruna.

Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari P3A ibu Siti Saudah, sedangkan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manager program Bapak Muazim beserta 3 temannya, bantuan diterima oleh pemerintah Kalurahan Hargorejo dalam hal ini diwakili oleh Carik, Ibu Siti Nura’eni didampingi beberapa dukuh yang piket.

Adapun wujud bantuan tersebut meliputi : hand sanitizer sebanyak 15 Pcs, masker kain sebanyak 200 Pcs, Sabun cuci tangan sebanyak 15 liter, peralatan tempat cuci tangan sebanyak 4 buah, APD (Hamzat, sarung tangan, face shield) sebanyak 5 buah, Themogun sebanyak 1 Unit dan APD masker sebanyak 5 buah.

Menurut Bapak Muazim bantuan ini nantinya bisa dipergunakan oleh Garda terdepan Gugus Tugas atau TIM relawan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kalurahan Hargorejo. Pihak Kalurahan Hargorejo sangat berterima kasih dengan adanya bantuan ini mengingat Tim Relawan beserta SIGEMA, Jagawarga, Banser, Linmas berniat mendirikan posko mudik lebaran tanggap COVID-19 yang memang sangat membutuhkan fasilitas pendukung sebagaimana donasi yang telah disampaikan. Dengan langkah-langkah pencegahan maksimal diharapkan kondisi akan segera pulih dan masyarakat dapat menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan dengan tenang dan tetap memperhatikan protokoler kesehatan. (Yli)

Sumber: http://hargorejo-kulonprogo.desa.id/index.php/first/artikel/952

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung