Berita
Donasi Tanggap COVID-19: Terima Kasih Mitra Wacana, P3A dan Karang Taruna
Published
6 years agoon
By
Mitra Wacana
Hargorejo news (22/4/2020),. Pagi ini sekitar pukul 10.00 bertempat di Balai Kalurahan Hargorejo ,Mitra Wacana (WRC) Women Resource Centre yang berkantor di Banguntapan Bantul memberikan bantuan kepada Pemerintah Kalurahan Hargorejo. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dari Mitra Wacana sebagai tindak lanjut pencegahan penularan COVID-19 di lingkup Kalurahan Hargorejo. Sumber dana dari kegiatan ini diperoleh dari penggalangan kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan oleh Mitra Wacana bersama P3A dan Karang Taruna.
Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari P3A ibu Siti Saudah, sedangkan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manager program Bapak Muazim beserta 3 temannya, bantuan diterima oleh pemerintah Kalurahan Hargorejo dalam hal ini diwakili oleh Carik, Ibu Siti Nura’eni didampingi beberapa dukuh yang piket.
Adapun wujud bantuan tersebut meliputi : hand sanitizer sebanyak 15 Pcs, masker kain sebanyak 200 Pcs, Sabun cuci tangan sebanyak 15 liter, peralatan tempat cuci tangan sebanyak 4 buah, APD (Hamzat, sarung tangan, face shield) sebanyak 5 buah, Themogun sebanyak 1 Unit dan APD masker sebanyak 5 buah.
Menurut Bapak Muazim bantuan ini nantinya bisa dipergunakan oleh Garda terdepan Gugus Tugas atau TIM relawan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kalurahan Hargorejo. Pihak Kalurahan Hargorejo sangat berterima kasih dengan adanya bantuan ini mengingat Tim Relawan beserta SIGEMA, Jagawarga, Banser, Linmas berniat mendirikan posko mudik lebaran tanggap COVID-19 yang memang sangat membutuhkan fasilitas pendukung sebagaimana donasi yang telah disampaikan. Dengan langkah-langkah pencegahan maksimal diharapkan kondisi akan segera pulih dan masyarakat dapat menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan dengan tenang dan tetap memperhatikan protokoler kesehatan. (Yli)
Sumber: https://hargorejo-kulonprogo.desa.id/index.php/first/artikel/952
You may like

Dorong Regulasi Kalurahan Responsif Gender & Ramah Anak, Mitra Wacana Gelar Workshop Penyusunan PERKAL di 3 Kapanewon Kulon Progo

Mitra Wacana Dorong Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kulon Progo untuk Wujudkan Kalurahan Ramah Perempuan dan Anak

FGD Lintas Identitas: Bersama Merespon Kasus Intoleransi, Kekerasan, dan Isu SARA
Berita
National Youth Leader: Mempersatukan Konten Kreator Muda Indonesia Melawan Perdagangan Orang
Published
1 week agoon
3 February 2026By
Mitra Wacana
Mitra Wacana laksanakan agenda National Youth Leader untuk konten kreator muda dari berbagai daerah di Indonesia dari Sumatera Utara (Medan), Kalimantan Barat (Pontianak), NTT (kupang), Maluku Utara (Ternate) dan berbagai provinsi lainya dari Jawa Barat-Jawa Timur. Kegiatan ini berupaya membekali pemimpin muda dengan pengetahuan dan keterampilan penting dalam memerangi perdagangan orang, memahami isu perdagangan orang, dan memanfaatkan platform digital. NYL dilaksanakan selama tiga hari dari 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Hotel Lamora Sagan.
Dalam kegiatan ini peserta dibekali materi-materi terkait isu perdagangan orang. Peserta di ajak mengenali kerangka kerja TPPO dan strategi pencegahan, perspektif gender dalam dukungan korban TPPO, kebijakan pemberantasan perdagangan orang di Indonesia, manajemen media sosial untuk advokasi serta keamanan digital untuk aktivis muda dan media sosial dalam melihat isu perdagangan orang di Indonesia saat ini.
National Youth Leader menghadirkan sejumlah pakar untuk menjadi narasumber. Sri Wiyanti Eddyono (Pengajar Fakultas Hukum UGM) berbicara tentang kebijakan pemberantasan perdagangan orang di Indonesia Dan Afdillah Chudiel dari Greenpeace Indonesia berbagi tentang strategi kampanye efektif. Peserta juga mendapatkan materi keamanan digital dari Combine. Dari Mitra Wacana sebagai penyelenggara yang di dukung Misereor menghadirkan narasumber Wahyu Tanoto selaku Ketua Dewan Pengurus Mitra Wacana yang juga menjelaskan tentang gender dalam TPPO. NYL juga membekali peserta dengan materi-materi berkaitan dengan kampanye anti perdagangan online di media sosial. Kampanye anti perdagangan orang sangat penting di lakukan oleh orang muda. Wahyu Tanoto menyampaikan “Kami mengajak anak muda untuk menyuarakan kembali isu perdagangan orang. Banyak anak muda yang terjebak dalam situasi seperti itu tanpa mereka sadari”.
Di hari pertama peserta dipahamkan dengan subtansi isu perdagangan orang oleh Muazim selaku Project Manager PTPPO Mitra Wacana. Di akhir sesi peserta diajak untuk membuat kampanye media sosial untuk melawan perdagangan orang yang di dampingi oleh Robi Setiyawan selaku koordinator kegiatan. Video kampanye tersebut dipublikasikan melalui platform istagram sehingga dapat menjangkau publik pengguna media sosial. Dalam sesi kampanye efektif, Afdillah Chudiel menyampaikan bahwa kampanye bertujuan untuk menjadikan orang yang tidak tahu menjadi tahu, menjadikan orang yang sudah tahu menjadi peduli dan mendorong orang yang sudah memiliki kepedulian untuk melakukan aksi.
Wiji

Efek Ben Franklin: Kunci Tersembunyi Membangun Kedekatan

“Pemenuhan Hak Rakyat dan Perlindungan dari Bahaya Perdagangan Manusia di Indonesia” Upaya Kolaboratif Pencegahan Perdagangan Orang di Yogyakarta








