web analytics
Connect with us

Berita

Mahasiswa KKN Unand Bantu Nagari Sungai Kunyit Lakukan Pemetaan Penduduk Digital

Published

on

Oleh: Rosidatul Arifah

 

Nagari Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan – Pemerintah Nagari Sungai Kunyit tengah melakukan pendataan penduduk berbasis digital yang berlangsung semenjak awal Juli hingga pertengahan Agustus tahun ini, yang mendapat dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand). Melalui program kerja utama berbasis pemetaan, mahasiswa KKN ikut serta membantu pemetaan dan pendataan penduduk secara digital menggunakan aplikasi Simsalabim.

Program ini bertujuan mempermudah pengelolaan data kependudukan dengan metode yang lebih efektif dan efisien. Dengan pemetaan digital, informasi penduduk yang sebelumnya dicatat secara manual kini dapat diakses melalui sistem berbasis aplikasi.

Dalam program pemetaan ini, mahasiswa KKN melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga Nagari Sungai Kunyit, yang terdiri dari delapan jorong. Proses pendataan tidak hanya mencatat identitas keluarga, tetapi juga dilengkapi dengan pengambilan foto Kartu Keluarga (KK), foto kepala keluarga, foto rumah, dan data keluarga secara detail.

Ketua Kelompok KKN Unand, Dwi Rafilga, menjelaskan bahwa program ini merupakan program utama KKN yang berlangsung selama 43 hari dalam rangka membantu digitalisasi pendataan Nagari setempat.

“Program pemetaan ini merupakan tugas utama yang kami fokuskan selama menjalani KKN di Nagari Sungai Kunyit, melalui digitalisasi pendataan ini, diharapkan mempermudah administrasi dan verifikasi data penduduk setempat” Ujarnya.

Data tersebut kemudian diinput ke dalam aplikasi Simsalabim  dengan memetakan persebaran penduduk secara digital. Setiap rumah kemudian ditandai dengan titik koordinat, sehingga pemerintah nagari dapat melihat lokasi penduduk secara real-time.

Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusli Datuak Rangkayo Basa, menyambut baik program ini karena dianggap mempermudah proses administrasi.

“Bantuan dari mahasiswa KKN Unand dalam melakukan pendataan berbasis digital ini sangat membantu kami dalam mengetahui kondisi terkini rumah warga, pembaharuan data kependudukan, serta pemetaan titik koordinat rumah warga, dan membantu kami dalam proses administrasi” jelasnya.

Dengan data yang lebih terstruktur, nagari dapat mengambil keputusan berbasis fakta, misalnya dalam penyaluran bantuan sosial, perbaikan infrastruktur, atau program pemberdayaan masyarakat.

Inovasi ini sejalan dengan semangat digitalisasi pelayanan publik. Nagari Sungai Kunyit kini selangkah lebih maju menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis data. Dengan dokumentasi yang lengkap dan sistem yang terintegrasi, diharapkan pelayanan terhadap masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Berita

Sempat Buron, Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Akhirnya Ditangkap Polisi

Published

on

Penangkapan Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang dunia pendidikan pesantren. Setelah sempat buron selama beberapa hari, Ashari akhirnya diringkus aparat Satreskrim Polresta Pati di wilayah perbatasan Wonogiri pada Kamis, 7 Mei 2026.

Penangkapan tersebut berlangsung di sekitar kawasan Polsek Purwantoro, wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Foto penangkapan pelaku pun beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan publik. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap ruang pendidikan dan kepercayaan para orang tua santri.

Kasus ini mencuat setelah polisi menetapkan Ashari sebagai tersangka pada 28 April 2026. Ia diduga melakukan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya. Namun, saat dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 4 Mei 2026, Ashari tidak memenuhi panggilan penyidik dan diduga melarikan diri.

Polisi kemudian melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di Wonogiri. Konfirmasi penangkapan disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, serta Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi. Saat ini, Ashari tengah dibawa ke Mapolresta Pati untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasus ini menyisakan luka mendalam, terutama karena terjadi di lingkungan pesantren yang selama ini dipandang sebagai ruang aman bagi pendidikan moral dan keagamaan. Dugaan jumlah korban yang mencapai puluhan santriwati juga memperlihatkan betapa seriusnya persoalan kekerasan seksual di institusi pendidikan berbasis asrama.

Di tengah proses hukum yang berjalan, desakan publik terus menguat agar aparat mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh, termasuk memastikan perlindungan bagi para korban. Pendampingan psikologis, pemulihan trauma, hingga jaminan keamanan bagi korban dinilai menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di ruang mana pun, termasuk di institusi yang selama ini dianggap sakral dan penuh nilai moral. Ketika relasi kuasa digunakan untuk membungkam korban, maka keberanian korban untuk bersuara dan keberpihakan penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan yang selama ini tersembunyi.

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending