Berita
Mitra Wacana Berpartisipasi dalam WLUML International Symposium
Published
7 months agoon
By
Mitra Wacana
Dalam upaya penguatan isu gender, pegiat Mitra Wacana turut berpartisipasi dalam WLUML International Symposium. Simposium internasional bertajuk The Women Living Under Muslim Law International Symposium “Women, Religion, and Constitutional Participation” berlangsung di Auditorium lantai 5 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Acara ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 16 sampai 17 Desember 2025.
Acara ini menjadi ruang dialog transnasional antara pemimpin perempuan, praktisi hukum dan cendekiawan yang membahas tentang kesetaraan gender dalam proses pembentukan konstitusi. Perempuan dari berbagai negara termasuk Palestina, Bangladesh, Syiria, Sudan dan Iran terlibat dalam dialog ini, saling berbagi tentang beragam konteks di masing-masing negara terutama negara yang sedang dalam masa transisi politik.
Di hari pertama terdapat tiga panel. Panel pertama menjadi sesi yang menghadirkan perempuan dari berbagai negara untuk menjelaskan titik temu antara agama, hukum dan politik berdasarkan realitas konkret yang memungkinkan perempuan untuk mengakses hak dan institusi publik. Panel kedua mendiskusikan tentang kerangka konstitusional dalam perspektif perempuan yang terlibat dalam penyusunannya dan bagaimana mereka melakukan negosiasi dan menafsirkan pasal-pasal tentang identitas dalam konteks dimana agama memegang pengaruh simbolik dan pengaruh legal yang kuat. Adapun panel ketiga memuat pemaparan tentang metodologi dan gerakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).
Di hari kedua, forum ini dihadiri oleh peserta yang terbatas. Panel di hari kedua membahas tentang bagaimana partisipasi politik perempuan baik dalam institusi negara, parlemen, kementerian, pengadilan, dewan keagamaan dan badan penyusun konstitusi. Dialog di dalamnya juga menunjukkan bahwa seringkali interpretasi keagamaan sering digunakan untuk membenarkan peminggiran perempuan dalam posisi otoritas. Maka dari itu, penafsiran yang responsif gender menjadi jalan penting untuk memperluas kepemimpinan perempuan.
Oleh: Wiji Nurasih Divisi Riset dan Advokasi Mitra Wacana
You may like

KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Cegah TPPO, Mitra Wacana dan Disnaker Kulon Progo Adakan Sosialisasi di Pertemuan Rutin PKK Kalurahan Temon Kulon

Webinar Series 2: Pengantin Pesanan: Modus Baru Perdagangan Manusia di Era Digital
Berita
KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair
Published
2 days agoon
22 July 2026By
Mitra Wacana
Oleh Iman Amirullah
Cilacap — Koordinasi Purna Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI) menyelenggarakan pelatihan capacity building bertema “Persoalan-Persoalan Manajemen pada Komunitas Perempuan Purna Pekerja Migran Petani” yang dipadukan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair.
Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu anggota, Bu Mus, di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (21/7).
Pelatihan diikuti anggota KOPPMI yang merupakan perempuan purna pekerja migran dan kini menekuni sektor pertanian. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan keterampilan anggota dalam mengembangkan pertanian yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari STIE Muhammadiyah Cilacap, yaitu Tri Nurindahyanti, S.E., Rustina Dewi, S.E., M.M., dan Wignyo, S.Kom., S.E. Ketiganya memberikan materi mengenai penguatan manajemen organisasi komunitas serta praktik pembuatan pupuk organik cair yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta.
Dalam sesi capacity building, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan organisasi, kepemimpinan komunitas, pembagian peran, serta strategi memperkuat solidaritas antaranggota agar mampu mengembangkan organisasi yang lebih mandiri dan berdaya.
Sementara itu, pelatihan pembuatan pupuk organik cair bertujuan mendorong terciptanya ketahanan pangan keluarga yang sehat sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk berbahan kimia.

Peserta mengikuti pelatihan membuat pupuk organisasi. Dok. KOPPMI
KOPPMI menilai penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Selain itu, kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia membuat petani sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh dinamika dan permainan pasar global.
Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan memanfaatkan limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar, seperti kotoran ternak, dedaunan, dan sisa-sisa hasil pertanian, untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang berkualitas, murah, dan ramah lingkungan.
KOPPMI berharap para purna pekerja migran dapat menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri sehingga mampu mengurangi biaya produksi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun kemandirian ekonomi perempuan purna pekerja migran melalui sektor pertanian berkelanjutan.

Refleksi Hari Anak Nasional : Sudahkah anak kita terlindungi ?

KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Cegah TPPO, Mitra Wacana dan Disnaker Kulon Progo Adakan Sosialisasi di Pertemuan Rutin PKK Kalurahan Temon Kulon

KOPPMI Perkuat Kapasitas Purna Pekerja Migran melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Menyoal Mitos Korban Ideal pada Kasus Kekerasan Seksual






