Berita
Audit Eksternal Program PTPPO
Published
3 years agoon
By
Mitra Wacana
Audit eksternal keuangan Lembaga merupakan pemeriksaan keuangan Lembaga yang dilakukan oleh pihak luar atau Kantor Akuntan Publik (KAP). Tujuan dari audit eksternal ini antara lain melihat keakuratan dokumen keuangan yang dimiliki oleh sebuah Lembaga dan memastikan tidak ada penyimpangan yang dilakukan oleh Lembaga dalam pengelolaan keuangannya.
Senin (23/1/2023) Mitra Wacana melaksanakan audit eksternal yang direncanakan selama 3 hari. Audit Eksternal dilakukan oleh KAP S. Manan Ardiansyah dan Rekan untuk pelaksanaan program Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kulon Progo. Audit eksternal dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali. Dalam pembukaan Audit Eksternal ini dihadiri oleh Istiatun Ketua Dewan Pengurus Mitra Wacana, Sekretaris Lembaga, Project Manager, Community Organizer dan beberapa staff Mitra Wacana.
Ashar selaku Auditor dari KAP S. Manan menyampaikan bahwa di hari pertama dia akan memerika semua dokumen 100 % dengan melihat dokumen satu per satu. Kemudian di hari ke dua dia akan memverifikasi semua dokumen dengan mengunjungi komunitas dampingan Mitra Wacana di beberapa desa. Dan di hari ke tiga auditor akan menyampaikan hasil temuan selama audit.
You may like
Berita
Mitra Wacana Hadiri Diskusi Publik Perempuan Dorong Pertanian Lestari dan Keadilan Agraria
Published
1 day agoon
7 March 2026By
Mitra Wacana
Yogyakarta — Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2026, Solidaritas Perempuan Kinasih Yogyakarta menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Pertanian Lestari: Gerakan Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria” pada Sabtu (7/3/2026) di Kantor DPRD Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam perjuangan kedaulatan pangan, keadilan agraria, serta merespons tantangan perubahan iklim.
Diskusi dipandu oleh Hikmah Diniyah sebagai moderator dan menghadirkan sejumlah pemantik diskusi, yakni Sisil dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta, Yohana dari Kelompok Perempuan Petani Kharisma, serta Nasih, dosen pertanian dari Universitas Gadjah Mada.

Para pemantik memaparkan pandangan mengenai praktik pertanian berkelanjutan, tantangan yang dihadapi perempuan petani, serta pentingnya dukungan kebijakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang adil dan berkelanjutan.
Selain paparan dari para narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari peserta yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat sipil, lembaga pemerintah, komunitas, hingga kelompok perempuan petani.
Dalam sesi ini, para peserta saling bertukar cerita mengenai pengalaman bertani, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga strategi mempertahankan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berpihak pada petani kecil.
Istiatun dari Solidaritas Perempuan Kinasih Yogyakarta menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat suara perempuan dalam isu pangan dan agraria. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pangan keluarga sekaligus merawat ekosistem pertanian.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga dan organisasi, antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Forum LSM Yogyakarta, LBH Yogyakarta, PKBI DIY, Rifka Annisa, serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta. Turut hadir pula komunitas perempuan petani dari Kulonprogo dan Umbulharjo serta berbagai organisasi masyarakat sipil lainnya.

Selain itu, sejumlah lembaga pendidikan dan media kampus juga ikut berpartisipasi, seperti LPM Arena, LPM Ekspresi UNY, LPM Sikap UPN Veteran Yogyakarta, dan LPM Teropong STPMD. Organisasi lain yang hadir di antaranya Arkom Indonesia, IDEA Indonesia, SETAM, YASANTI, LKIS, serta Mitra Wacana.
Diskusi ini ditutup dengan rencana penyampaian press release sebagai bentuk diseminasi hasil pembahasan kepada publik. Melalui kegiatan ini, para peserta berharap isu kedaulatan pangan, keadilan agraria, serta peran strategis perempuan dalam menjaga keberlanjutan pertanian dapat semakin mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun pembuat kebijakan. (Tnt).







