web analytics
Connect with us

Berita

Sarah Crockket, Mahasiswa Internship, Perkenalkan Sosial Budaya Australia di Mitra Wacana

Published

on

Senin, (17/03/2025) Sarah Crockket, mahasiswa internship asal Australia, mengenalkan Sosial Budaya Australia yang bertajuk “Mengenal Australia: Dari Sejarah hingga Isu Kontemporer” yang diselenggarakan Mitra Wacana. Diskusi ini menjadi wadah bagi Sarah untuk berbagi pengetahuan tentang sejarah, keanekaragaman hayati, kuliner, serta dinamika sosial budaya Australia, diakhiri diskusi interaktif mengenai ekonomi, pendidikan, dan isu kesetaraan gender di negara tersebut.

Perjalanan Sejarah hingga Keunikan Satwa
Sarah membuka presentasi dengan mengulas sejarah Benua Australia, mulai dari penghunian pertama oleh Suku Aborigin lebih dari 65.000 tahun lalu, kedatangan bangsa Eropa pada abad ke-18, hingga proses modernisasi yang membentuk Australia multikultural saat ini. Ia juga menyoroti keunikan satwa endemik seperti kanguru, koala, dan platipus, serta upaya konservasi menghadapi ancaman perubahan iklim. “Satwa Australia adalah simbol ketahanan alam, tapi mereka juga mengingatkan kita akan tanggung jawab menjaga lingkungan,” ujarnya.

Kuliner dan Interaksi Sosial
Pada sesi kuliner, Sarah memperkenalkan hidangan khas seperti Vegemite, meat pie, dan barbekyu Australia yang menjadi bagian dari gaya hidup santai masyarakat. Tak lupa, ia membandingkan budaya “mateship” (semangat persahabatan) dan nilai inklusivitas di ruang publik dengan fenomena “cultural diversity” akibat gelombang imigrasi dari Asia, Eropa, dan Timur Tengah. “Australia adalah mosaik budaya. Hampir 30% penduduknya lahir di luar negeri,” jelas Sarah.

Diskusi Ekonomi, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender
Bagian akhir acara diisi diskusi interaktif yang menyoroti tiga isu strategis: pertumbuhan ekonomi berbasis sektor jasa dan tambang, sistem pendidikan berkelas dunia dengan angka partisipasi tinggi di perguruan tinggi, serta tantangan kesenjangan gender di tempat kerja. Sarah mengungkap data terbaru tentang upah perempuan Australia yang masih 13% lebih rendah daripada laki-laki untuk posisi setara. “Kemajuan sudah ada, seperti peningkatan representasi perempuan di parlemen, tapi perjuangan belum selesai,” tegasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Berita

Sempat Buron, Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Akhirnya Ditangkap Polisi

Published

on

Penangkapan Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang dunia pendidikan pesantren. Setelah sempat buron selama beberapa hari, Ashari akhirnya diringkus aparat Satreskrim Polresta Pati di wilayah perbatasan Wonogiri pada Kamis, 7 Mei 2026.

Penangkapan tersebut berlangsung di sekitar kawasan Polsek Purwantoro, wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Foto penangkapan pelaku pun beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan publik. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap ruang pendidikan dan kepercayaan para orang tua santri.

Kasus ini mencuat setelah polisi menetapkan Ashari sebagai tersangka pada 28 April 2026. Ia diduga melakukan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya. Namun, saat dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 4 Mei 2026, Ashari tidak memenuhi panggilan penyidik dan diduga melarikan diri.

Polisi kemudian melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di Wonogiri. Konfirmasi penangkapan disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, serta Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi. Saat ini, Ashari tengah dibawa ke Mapolresta Pati untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasus ini menyisakan luka mendalam, terutama karena terjadi di lingkungan pesantren yang selama ini dipandang sebagai ruang aman bagi pendidikan moral dan keagamaan. Dugaan jumlah korban yang mencapai puluhan santriwati juga memperlihatkan betapa seriusnya persoalan kekerasan seksual di institusi pendidikan berbasis asrama.

Di tengah proses hukum yang berjalan, desakan publik terus menguat agar aparat mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh, termasuk memastikan perlindungan bagi para korban. Pendampingan psikologis, pemulihan trauma, hingga jaminan keamanan bagi korban dinilai menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di ruang mana pun, termasuk di institusi yang selama ini dianggap sakral dan penuh nilai moral. Ketika relasi kuasa digunakan untuk membungkam korban, maka keberanian korban untuk bersuara dan keberpihakan penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan yang selama ini tersembunyi.

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending