Arsip
STRATEGI PEMBERDAYAAN PEKERJA MIGRAN DI MITRA WACANA
Published
3 years agoon
By
Mitra Wacana
Menjadi pekerja migran dapat mengalami berbagai permasalahan, baik
pekerja migran yang masih di luar negeri dan yang sudah kembali ke Indonesia.
Beberapa permasalahan yang dapat dialami yaitu keberangkatan yang tidak sesuai
prosedur, perdagangan orang, majikan yang tidak memberikan pemenuhan hak
pekerja migran, pengelolaan pendapatan yang kurang tepat dan sulitnya mencari
pekerjaan kembali di Indonesia. Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya
memberikan pengetahuan kepada pekerja migran, agar pekerja migran dapat
berdaya dalam pencegahan perdagangan orang dan siap menjadi agen perubahan di
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemberdayaan
pekerja migran di Mitra Wacana dan dampaknya. Teori yang digunakan yaitu
strategi pemberdayaan menurut Jim Ife. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif deskriptif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara
serta dokumentasi.
You may like

Mitra Wacana Mendukung Konferensi Asia, Satukan 16 Negara Menentang Perdagangan Manusia yang di Adakan oleh Talitha Kum Asia di Jakarta.

The Roots of Violence: Gender Norms, Socialization, and GenderBased Violence in Indonesia

IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT MITRA WACANA YOGYAKARTA PERIODE 2021-2025
Arsip
Kunjungan Koordinasi Penguatan Jejaring Sosial di Kantor Mitra Wacana
Published
2 weeks agoon
4 April 2026By
Mitra Wacana
Kegiatan kunjungan koordinasi dan penguatan jejaring dalam rangka pengumpulan data Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Cluster Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang dilaksanakan pada Jumat (3/4) di kantor Mitra Wacana.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.
Tim yang ditugaskan dalam kegiatan ini adalah Peddy dan Fahmi dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (Dit-Rehsos-RTS & KPO). Kehadiran tim bertujuan untuk melakukan koordinasi langsung serta memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga pendamping di tingkat lapangan.

Kunjungan tersebut diterima oleh Wahyu Tanoto selaku Ketua Mitra Wacana, bersama beberapa staff: Muazim, Mansur, dan Ruli. Dalam suasana dialog yang terbuka, pihak Mitra Wacana memaparkan profil organisasi, termasuk visi, misi, serta ruang lingkup kerja yang selama ini berfokus pada isu kemanusiaan dan pelindungan kelompok rentan.
Selain itu, Mitra Wacana juga berbagi pengalaman dalam melakukan pendampingan dan advokasi, khususnya terkait isu perdagangan orang. Berbagai praktik baik (best practices), tantangan di lapangan, serta strategi intervensi yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam diskusi tersebut.
Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kasus serta kebutuhan riil yang dihadapi korban.
Diskusi berlangsung interaktif dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, lembaga masyarakat sipil, maupun komunitas lokal.
Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat sekaligus memperkuat respons perlindungan sosial.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendamping, sehingga upaya pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang dapat dilakukan secara lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
Kunjungan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi dan memperluas kerja sama di masa mendatang. (Tnt).










