Opini
Wacana Perempuan dalam Kebudayaan
Published
5 years agoon
By
Mitra Wacana
Oleh Ngatiyar
Sesekali nulis di sini, terutama berkaitan dengan wacana perempuan dalam kebudayaan. Secara teoritik, dan mungkin juga pada tataran praksis, sistem pengetahuan yang mendasari tindakan, banyak di dominasi oleh dua corak, yakni keteraturan dalam struktur dan kesenjangan dalam struktur.
Dalam sosiologi dasar, kedua corak pemikiran ini selalu mendasarkan pada struktur. Yang pertama cenderung menjaga keharmonisan dengan tanpa mengindahkan bahwa dalam struktur tersebut terdapat ketimpangan, sedang kedua lebih menekankan pada ketimpangan dalam struktur. Tetapi sekali lagi, keduanya sesungguhnya sama sama mengandalkan pada struktur.
Asumsi dasarnya adalah struktur (kebudayaan) telah ada sebelum manusia lahir. Sehingga pikiran dan tindakan manusia tiada lain adalah mempelajari norma dan nilai dalam struktur yang digunakan untuk menjalani kehidupannya. Itu artinya, pemikiran adalah sesuatu yang bersifat warisan, dan bukan temuan. Misalnya, perempuan sebagai konco wingking. Istilah ini, disadari atau tidak sesungguhnya membentuk suatu pengetahuan dan mengkristal menjadi norma yang menghasilkan perempuan harus dibelakang. Pengetahuan tersebut diwariskan dan bahkan dilanggengkan melalui sosialisasi dan melalui sosialisasi itulah manusia mempelajari sehingga masuk dalam pengetahuannya.
Cilekek bukan…..nah, problem besarnya sebenarnya pada pengetahuan yang diwariskan atau ditemukan.., bagi saya yang terpenting adalah bagaimana perempuan tersebut membangun pengetahuannya dengan tanpa diintervensi oleh struktur. Meretas pewarisan pengetahuan berarti menempatkan perempuan sebagai subyek atas dirinya sendiri yang menemukan pengetahuan bagi dirinya sendiri dan bukan objek dari pengetahuan dalam struktur.
You may like
Opini
Pecinta Pedas Yuk Merapat: Cobain Mangut Kepala Manyung Yang Lezat, Dijamin Nagih
Published
1 week agoon
5 May 2026By
Mitra Wacana
Oleh Eka Lestari
Penggemar ikan udah pernah nyobain kuliner yang satu ini belum? Namanya mangut kepala manyung, kuliner sedap dengan cita rasa yang khas. Mangut kepala manyung merupakan hidangan unik dari pesisir Utara Jawa Tengah. Kuliner ini bisa dibilang legendaris dan jadi andalan di Kota Semarang. Mangut kepala manyung adalah salah satu hidangan khas Semarang. Konon, makanan ini sudah ada sejak 1960-an. Berakar dari budaya kuliner Pantura Jawa Tengah, dan banyak ditemukan di Kota Atlas dan sekitarnya.
Sesuai namanya, hidangan ini berisi kepala ikan manyung, yaitu ikan laut yang termasuk dalam kelompok ikan berkumis atau famili Ariidae. Bentuknya seperti ikan lele, tapi ukurannya lebih besar. Ikan manyung punya daging yang tebal dan cenderung tidak begitu amis.
Ciri khas dari hidangan ini menggunakan kepala ikan manyung yang sudah diasap. Rasanya pedas bercampur kuah santan yang gurih. Uniknya, mangut kepala manyung punya aroma begitu khas yang berasal dari proses pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional.
Teknik pengolahannya sangat menarik. Sebelum dimasak menjadi hidangan lezat, kepala ikan manyung diasap terlebih dahulu (dengan kayu atau tempurung kelapa), tujuannya untuk menciptakan aroma smoky yang meresap ke dalam daging. Selain itu, pengasapan dilakukan sebagai cara pengawetan alami. Dengan metode pengasapan tersebut, bisa mengurangi kadar air dan mengubah tekstur kulit menjadi mengkilap.
Hidangan ini juga kaya akan rempah, jadi bumbunya terasa medok. Hal itu bisa dirasakan dari kuahnya yang kental dan berbumbu, terdiri dari kunyit, cabai, kencur, jahe, ketumbar, daun salam, lada, dan santan yang menonjolkan aroma gurih, dan sedikit asam. Kombinasi rempah tersebut menciptakan kuah yang pedas dan enak di lidah. Dagingnya melimpah dan ukurannya yang besar menjadikannya sebagai kuliner pantura. Rasanya juara dan porsinya yang tidak seperti biasanya, dianggap oleh sebagian orang sebagai kuliner mewah.
Kini, mangut kepala manyung jadi salah satu kuliner Semarang yang sering diburu oleh wisatawan. Rasanya yang khas dan porsinya yang menyenangkan, membuat hidangan ini jadi primadona oleh beberapa kalangan.
Kalau kamu mampir ke Kota Semarang, ada salah satu warung makan yang menyajikan hidangan tersebut yaitu Mangut Kepala Manyung Bu Fat. Tempatnya sering didatangi wisatawan dan terkenal di kalangan pecinta kuliner.
Lokasinya sudah punya beberapa cabang yaitu di Jalan Ariloka, Krobokan, Kecamatan. Semarang Barat, Kota Semarang dan Jalan Sukun Raya No. 36, Banyumanik, Semarang.
Yuk guys kalau kamu main ke Semarang, cobain mangut kepala manyung. Dijamin bakal ketagihan deh..









