web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Empat LSM Rapat Kolaborasi Program Penguatan Perempuan

Mitra Wacana WRC

Published

on

pertemuan empat LSM, ft Enik

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Pertemuan empat lembaga swadaya masyarakat yang konsen terhadap persoalan perempuan dan kelompok marginal berlangsung santai namun serius pada Senin (29/2) di kantor Infest Yogyakarta Jl. Veteran Gang Janur Kuning No 11 A, Pandean Umbulharjo Yogyakarta, DIY, 55161. Tampak hadir dalam pertemuan, masing-masing adalah perwakilan dari lembaga, Enik Maslahah (Mitra Wacana WRC), Alimah Fauzan, Irsyadul Ibad, Hayat dan Frisca A Nilawati (Infest), Maskur Hasan (Aman Indonesia), Isti (Gita Pertiwi Solo).

Pertemuan oleh empat lembaga ini menghasilkan beberapa kesepakatan, yaitu pertama melakukan kerja-kerja kolaborasi di bidang pembangunan kapasitas bagi pegiat lembaga dan perempuan, kedua, melakukan advokasi kebijakan dan kasus, ketiga konsultasi antar lembaga dan empat membentuk forum bersama antara LSM dan kelompok kepentingan (stake holder). Menurut ke-empat lembaga kolaborasi perlu dilakukan untuk membangun jaringan dan saling memperkuat.

Pertemuan tersebut diawali saling memperkenalkan masing-masing lembaga dilanjutkan mepresentasikan program lembaga. Mitra Wacana WRC misalnya mempresentasikan program penguatan untuk perempuan mantan buruh migran di kabupaten Kulonprogo dan pengurangan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Banjarnegara. Gita Pertiwi Solo, mempresentasikan sekolah lapangan yang dilakukan di beberapa wilayang Jawa Tengah dan luar jawa (Nusa Tenggara Timur, Sumba dan Sulawesi). Aman Indonesia memperkenalkan program penguatan untuk kelompok nperempuan agar mampu mengelola tanah, selain itu juga menyelenggarakan sekolah perempuan untuk perdamaian. Sedangkan Infest mempresentasikan program peran perempuan dalam reformasi desa.

Alimah mengungkapkan bahwa pertemuan bersama ini untuk membangun forum bersama yang bertujuan membangun kesepahaman dalam berbagi informasi, pembelajaran dan sharing pengalaman pendampingan masyarakat khususnya tema perempuan. Pertemuan ini juga dibangun untuk memperkuat jaringan kerja isu perempuan dan kelompok marginal di desa, ungkapnya. Sedangkan Enik Maslahah mengusulkan masing-masing lembaga yang tergabung dalam pertemuan ini untuk memberikan kontribusi transfer pengetahuan kepada masyarakat khsusunya kelompok perempuan dan marginal serta melakukan audiensi bersama kepada pemerintah daerah. (rif)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung