Berita
Talkshow Promosi Layanan Kesehatan Reproduksi Puskesmas Jetis
Published
7 years agoon
By
Mitra Wacana
Kamis (210319), Kepala Puskesmas Jetis – dr. Ani Mufidah Sari dan Psikolog Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta- Ermin Emilia, M.Psi, Psikolog berdialog dalam talkshow di Radio Smart 102.1 FM Jogja bersama Mitra Wacana dengan Tema ” Promosi Layanan Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan”. Dalam dialog tersebut ditekankan pada layanan konseling untuk kesehatan reproduksi bagi perempuan, karena layanan tersebut sangat penting untuk diakses oleh masyarakat. Diharapkan dari layanan kesehatan tersebut dapat menekan angka kematian ibu dan bayi dengan memanfaatkan layanan akses konseling yang ada di Puskesmas. Contoh layanan yang dapat diakses yakni terkait pengunaan alat kontrasepsi, perencanaan kehamilan, Akses layanan Kesehatan Reproduksi, KTD, IMS, dll.
Berita
Pertemuan LPLPP DIY dan DP3AP2 DIY Bahas Penguatan Program dan Isu Keadilan serta Kesetaraan Gender
Published
4 days agoon
17 April 2026By
Mitra Wacana
Yogyakarta, 17 April 2026. Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan (LPLPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan bersama DP3AP2 DIY pada Jumat (17/4). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana dialogis dan kolaboratif, dengan fokus pada penguatan program serta peningkatan kapasitas dalam isu keadilan dan kesetaraan gender.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah peserta, antara lain Rofiqoh Widiastuti S.Sos., M.P.H (Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan) Farida Kartini (P), Renny A. Frachesty (P) Mida Mardhiyah (P) dari SRI Institute, serta Wahyu Tanoto (L) dari Mitra Wacana.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta mendiskusikan berbagai strategi penguatan program yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Isu keadilan dan kesetaraan gender menjadi pembahasan utama, mengingat pentingnya memastikan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara setara oleh semua pihak.

Perwakilan dari DP3AP2 DIY menekankan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program-program pemberdayaan. Sementara itu, perwakilan LPLPP DIY berbagi pengalaman lapangan terkait tantangan dan praktik baik dalam pendampingan komunitas berbasis perspektif gender.
Selain diskusi, pertemuan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas, terutama dalam memperkuat pemahaman tentang keadilan dan kesetaraan gender secara kontekstual dan aplikatif.
Diharapkan, hasil dari pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi antara LPLPP DIY dan DP3AP2 DIY, serta mendorong lahirnya program-program yang lebih responsif gender, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Wtn).










