web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Desa Karangjati, Banjarnegara Gelar Diskusi SID

Mitra Wacana WRC

Published

on

Diskusi SID di Karangjati Susukan Banjarnegara

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 3 menit

DSC_0368Undang-Undang Desa sudah disahkan, pemberitaan dan pembahasan mengenai implementasi undang-undang desa sudah cukup sering muncul di beberapa media baik cetak maupun elektronik. Diskusi-diskusi formal dan informal yang membicarakan masalah UU Desa dan implementasinya menjadi pembicaraan sehari-hari khususnya para perangkat desa. Diskusi awal beberapa diawali dengan adanya anggaran yang diperuntukkan bagi desa dengan kisaran yang cukup besar. Banyak yang senang dengan adanya anggaran khusus tersebut tapi ada juga yang khawatir dan juga takut dangan adanya anggaran yang cukup besar tersebut. Banyak yang tidak tahu untuk apa dan bagaimana pengelolaan anggaran yang diperuntukkan untuk desa tersebut. Desa yang pada masa lalu tidaklah mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah dari banyak segi kini seperti terkejut dengan kebijakan pemerintah yang menyanangkan membangun dari desa. Keterkejutan ini muncul dengan harus benar-benar menyiapkan tatakelola desa baik dari perangkat SDM nya, pengetahuannya dan juga partisipasi warganya. Banyak yang harus disiapkan untuk menciptakakn tata kelola desa yang bisa bermanfaat untuk semua.

Banyak yang harus disiapkan dalam menyongsong implementasi Undang-Undang Desa tersebut baik dari tata kelola anggaran, tata kelola sumber daya manusianya, tata kelola sumber daya alamnya, lalu partisipasi warganya dll. Hal tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan secara instan tapi butuh pengkondisian yang matang. Salah satu yang penting untuk dipelajari dan menjadi wawasan masyarakat dan perangkat desa adalah mengenai Sistem Informasi Desa (SID). Banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan SID, dari definisinya, latarbelakangnya, sapa yang terlibat dan bagaimna implementasinya. Tentu penting mendiskusikannya secara khusus untuk memberikan pemahaman secara utuh kepada masyarakat apa yang dimaksud dengan SID dan juga hal-hal apa yang berkaitan dengannya. Informasi mengenai SID akan mampu memberikan gambaran umum dan bekal dasar bagi warga dalam implementasi Undang-undang Desa.

Salah satu desa yang tertarik untuk untuk mendapatkan pengetahuan mengenai SID adalah desa Karang Jati di kecamatan Susukan Banjarnegara, Jawa Tengah. Desa karang jati adalah salah satu desa dampingan Mitra Wacana untuk program perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan khususnya kekerasan seksual. Sudah setahun lebih Mitra Wacana mendampingi kelompok perempuan dan kelompok remaja dalam berbagai aktivitas baik pelatihan, workshop, pertemuan-pertemuan dan juga diskusi. Dalam beberapa kesempatan terakhir kelompok dampingan di Karangjati dan juga pemerintah desa berkinginan untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai SID yang beberapa kali mereka dengar dan diskusikan berkaitan dengan implementasi Undang-Undang Desa. Oleh karena itu Mitra Wacana mencoba memfasilitasi dengan mengundang dari teman jaringan yang punya konsen terhadap isu desa khsusnya untuk bisa berbagi pengetahuan mengenai SID. salah satu jaringan yang punya perhatian khusus berkaitan dengan SID adalah Infest Jogja. Infest mendampingi beberapa kabupaten di Indonesia berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Desa. Acara di balai desa Karangjati pada Selasa, 16 juni 2015.

Beberapa Poin yang jadi panduan untuk disampaikan dalam diskusi warga dengan narasumber dari INFEST.
Latarbelakang SID
a. Munculnya SID
b. Pentingnya SID
c. Cantolan hukum SID/UU Desa
Bentuk dan Ruang Lingkup SID
a. Pengertian SID
b. Materi/point yang ada dalam SID
c. Untuk apa SID/Kegunaan
d. Cara kerja SID (secara sosiologis dan teknis)
Sinergi SID dengan kebijakan untuk kabupaten
a. SID hak desa
b. Posisi desa, kabupaten, provinsi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung