Opini
ISU GENDER DALAN FILSAFAT
Published
2 years agoon
By
Mitra Wacana

Akbar Pelayati merupakan mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Isu gender terus memanas dalam diskursus kontemporer, mencakup berbagai bidang termasuk filsafat. Gender, dalam pengertiannya, merujuk pada pemisahan kata-kata menjadi maskulin, feminin, atau netral. Salah satu hak yang diakui secara luas adalah hak asasi perempuan, sementara kesetaraan gender menjadi sorotan utama dalam ranah filsafat.
Dalam era Yunani Kuno, pandangan terhadap perempuan sering kali merendahkan, tercermin dalam pemikiran Plato dan filsuf Yunani lainnya. Plato menegaskan hierarki gender yang menguntungkan laki-laki, dengan menganggap perempuan cocok hanya untuk urusan rumah tangga dan keluarga, sementara laki-laki diharapkan aktif di ranah publik.
Tanggapan terhadap pandangan patriarkis ini muncul dalam gerakan feminisme dalam filsafat. Tokoh seperti Mary Wollstonecraft, Simone de Beauvoir, dan Isaiah Berlin menekankan pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Mereka memperjuangkan hak dan kebebasan yang sama untuk semua individu, tanpa memandang jenis kelamin.
Di dalam tradisi pemikiran filsafat Islam, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan ditekankan, dengan menekankan kemampuan intelektual daripada jenis kelamin. Tokoh seperti Ibnu Rusyd menolak pandangan merendahkan perempuan, menggarisbawahi bahwa perempuan juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni.
Isu gender terus menjadi fokus perdebatan dalam filsafat. Meskipun pandangan patriarkis telah menghambat kemajuan perempuan dalam sejarah, gerakan feminisme dalam filsafat menyoroti pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Sementara itu, dalam konteks filsafat Islam, kesetaraan gender dipandang sebagai prinsip penting, dengan menekankan kemampuan intelektual sebagai penentu utama, bukan jenis kelamin. Meskipun tantangan masih ada, pandangan-pandangan ini menandai evolusi pemikiran yang lebih inklusif terhadap isu gender dalam filsafat.
Opini
Pecinta Pedas Yuk Merapat: Cobain Mangut Kepala Manyung Yang Lezat, Dijamin Nagih
Published
1 week agoon
5 May 2026By
Mitra Wacana
Oleh Eka Lestari
Penggemar ikan udah pernah nyobain kuliner yang satu ini belum? Namanya mangut kepala manyung, kuliner sedap dengan cita rasa yang khas. Mangut kepala manyung merupakan hidangan unik dari pesisir Utara Jawa Tengah. Kuliner ini bisa dibilang legendaris dan jadi andalan di Kota Semarang. Mangut kepala manyung adalah salah satu hidangan khas Semarang. Konon, makanan ini sudah ada sejak 1960-an. Berakar dari budaya kuliner Pantura Jawa Tengah, dan banyak ditemukan di Kota Atlas dan sekitarnya.
Sesuai namanya, hidangan ini berisi kepala ikan manyung, yaitu ikan laut yang termasuk dalam kelompok ikan berkumis atau famili Ariidae. Bentuknya seperti ikan lele, tapi ukurannya lebih besar. Ikan manyung punya daging yang tebal dan cenderung tidak begitu amis.
Ciri khas dari hidangan ini menggunakan kepala ikan manyung yang sudah diasap. Rasanya pedas bercampur kuah santan yang gurih. Uniknya, mangut kepala manyung punya aroma begitu khas yang berasal dari proses pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional.
Teknik pengolahannya sangat menarik. Sebelum dimasak menjadi hidangan lezat, kepala ikan manyung diasap terlebih dahulu (dengan kayu atau tempurung kelapa), tujuannya untuk menciptakan aroma smoky yang meresap ke dalam daging. Selain itu, pengasapan dilakukan sebagai cara pengawetan alami. Dengan metode pengasapan tersebut, bisa mengurangi kadar air dan mengubah tekstur kulit menjadi mengkilap.
Hidangan ini juga kaya akan rempah, jadi bumbunya terasa medok. Hal itu bisa dirasakan dari kuahnya yang kental dan berbumbu, terdiri dari kunyit, cabai, kencur, jahe, ketumbar, daun salam, lada, dan santan yang menonjolkan aroma gurih, dan sedikit asam. Kombinasi rempah tersebut menciptakan kuah yang pedas dan enak di lidah. Dagingnya melimpah dan ukurannya yang besar menjadikannya sebagai kuliner pantura. Rasanya juara dan porsinya yang tidak seperti biasanya, dianggap oleh sebagian orang sebagai kuliner mewah.
Kini, mangut kepala manyung jadi salah satu kuliner Semarang yang sering diburu oleh wisatawan. Rasanya yang khas dan porsinya yang menyenangkan, membuat hidangan ini jadi primadona oleh beberapa kalangan.
Kalau kamu mampir ke Kota Semarang, ada salah satu warung makan yang menyajikan hidangan tersebut yaitu Mangut Kepala Manyung Bu Fat. Tempatnya sering didatangi wisatawan dan terkenal di kalangan pecinta kuliner.
Lokasinya sudah punya beberapa cabang yaitu di Jalan Ariloka, Krobokan, Kecamatan. Semarang Barat, Kota Semarang dan Jalan Sukun Raya No. 36, Banyumanik, Semarang.
Yuk guys kalau kamu main ke Semarang, cobain mangut kepala manyung. Dijamin bakal ketagihan deh..










