Arsip
Kisah Sukses Women Care Karangjati
Published
10 years agoon
By
Mitra Wacana

Purwanti
Oleh Purwanti (pendamping komunitas Mitra Wacana di Banjarnegara)
Darini, perempuan yang tergabung dalam organisasi P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak) Women Care Karangjati menjadi juara umum BKL (Bina Keluarga Lansia) antar kecamatan se-kabupaten Banjarnegara. Darini berasal dari desa Karangjati kecamatan Susukan, merupakan anggota P3A di bagian konseling. Menurut Darini, sangat terkesan dengan lomba BKL tersebut dikarenakan peserta merupakan beberapa kecamatan di Banjarnegara.
Banyak pertanyaan yg diajukan oleh juri, salah satunya ternyata mengenai konseling dalam penanganan kasus, terutama kekerasan terhadap perempuan dan anak. Darini merasa terbantu dengan pengetahuan yang dimilikinya karena mengikuti P3A dan belajar bersama Mitra Wacana selama ini, sehingga beliau bisa menjawab dengan lancar. Bahkan ada juri merasa heran dan terkejut atas pengetahuan yang dimiliki oleh Darini. “ini kader kecamatan Susukan sudah nglotok (diluar kepala) untuk soal konseling dan bisa dipastikan bisa jadi konselor sejati”, ungkap seorang juri.
Untuk lomba BKL, kecamatan Susukan meraih juara 1 tingkat kabupaten. Peserta yang menjadi juara akan menjadi peserta dalam pelatihan ditingkat propinsi. Selain lomba BKL masih ada berapa prestasi dan peran P3A Women Care, yaitu:
1. Mengikuti BKR (Bina Keluarga Remaja) tingkat kabupaten mewakili kecamatan Susukan pada 16 Februari 2016 (pengumuman pemenang Mei 2016)
2. Mengikuti Lomba PKK tingkat kabupaten (juara 5)
3. Mengikuti lomba Public Speaking pada ulang tahun Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara (Juara 2)
Semua perlombaan di atas berkaitan dengan materi yang pernah kami pelajari bersama Mitra Wacana, Darini menuturkan. Anggota P3A lainnya, Kustati juga mengungkapkan hal yang sama. Selain itu, ketika mengikuti pelatihan BKL tingkat propinsi di Semarang, Darini didaulat sebagai juru bicara se-karsidenan Banyumas pada lomba cerdas cermat tribina. Beliau merasa disinilah pembelajaran mengenai Public Speaking bermanfaat untuk dipraktikan. (ASW)
You may like
Arsip
Kunjungan Koordinasi Penguatan Jejaring Sosial di Kantor Mitra Wacana
Published
2 weeks agoon
4 April 2026By
Mitra Wacana
Kegiatan kunjungan koordinasi dan penguatan jejaring dalam rangka pengumpulan data Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Cluster Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang dilaksanakan pada Jumat (3/4) di kantor Mitra Wacana.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.
Tim yang ditugaskan dalam kegiatan ini adalah Peddy dan Fahmi dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (Dit-Rehsos-RTS & KPO). Kehadiran tim bertujuan untuk melakukan koordinasi langsung serta memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga pendamping di tingkat lapangan.

Kunjungan tersebut diterima oleh Wahyu Tanoto selaku Ketua Mitra Wacana, bersama beberapa staff: Muazim, Mansur, dan Ruli. Dalam suasana dialog yang terbuka, pihak Mitra Wacana memaparkan profil organisasi, termasuk visi, misi, serta ruang lingkup kerja yang selama ini berfokus pada isu kemanusiaan dan pelindungan kelompok rentan.
Selain itu, Mitra Wacana juga berbagi pengalaman dalam melakukan pendampingan dan advokasi, khususnya terkait isu perdagangan orang. Berbagai praktik baik (best practices), tantangan di lapangan, serta strategi intervensi yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam diskusi tersebut.
Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kasus serta kebutuhan riil yang dihadapi korban.
Diskusi berlangsung interaktif dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, lembaga masyarakat sipil, maupun komunitas lokal.
Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat sekaligus memperkuat respons perlindungan sosial.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendamping, sehingga upaya pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang dapat dilakukan secara lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
Kunjungan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi dan memperluas kerja sama di masa mendatang. (Tnt).







