web analytics
Connect with us

Opini

Makan Sehat Bukan Berarti Mahal: Langkah Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Published

on

Sumber foto: Freepik

Innaya Khairani Mutiara Fairus merupakan mahasiswi program studi Farmasi semester 2 pada salah satu universitas di Tangerang Selatan

Banyak orang menganggap bahwa hidup sehat membutuhkan biaya yang besar. Padahal, menjaga kesehatan tidak selalu identik dengan membeli makanan mahal, suplemen, atau mengikuti tren diet yang sedang populer. Kesehatan justru dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Dengan pola makan yang seimbang, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik yang rutin, tubuh dapat bekerja secara optimal sehingga risiko berbagai penyakit dapat berkurang.

Salah satu langkah paling mudah untuk menjaga kesehatan adalah memperhatikan pola makan. Tubuh memerlukan berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat agar setiap organ dapat berfungsi dengan baik. Sumber makanan bergizi tidak harus mahal. Nasi, jagung, atau ubi dapat menjadi sumber karbohidrat, sedangkan tempe, tahu, telur, dan ikan merupakan sumber protein yang mudah ditemukan dengan harga terjangkau. Lengkapi juga menu harian dengan sayur dan buah yang kaya vitamin, mineral, serta antioksidan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Selain makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan juga sangat penting. Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air sehingga kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan mengganggu fungsi organ. Minumlah air putih secara teratur, terutama setelah beraktivitas atau saat cuaca panas. Sebaliknya, batasi konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi karena dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit seperti diabetes jika dikonsumsi secara berlebihan.

Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Tidak semua orang harus berolahraga berat di pusat kebugaran. Jalan kaki selama 30 menit setiap hari, bersepeda, atau melakukan senam ringan di rumah sudah cukup membantu menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot, serta meningkatkan kebugaran tubuh. Aktivitas fisik juga dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang membuat suasana hati menjadi lebih baik dan membantu mengurangi stres.

Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Kesibukan, tekanan pekerjaan, maupun masalah pribadi dapat memicu stres yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penting untuk meluangkan waktu beristirahat, melakukan hobi, berbicara dengan orang terdekat, atau sekadar menikmati waktu tanpa gangguan gawai. Tidur yang cukup selama 7–9 jam setiap malam juga berperan penting dalam proses pemulihan tubuh dan menjaga fungsi otak agar tetap optimal.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukanlah tentang melakukan perubahan besar dalam waktu singkat, melainkan membangun kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Memilih makanan bergizi, minum air putih yang cukup, rutin bergerak, mengelola stres, dan tidur yang berkualitas merupakan investasi terbaik untuk masa depan. Tubuh yang sehat akan memberikan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari, meningkatkan produktivitas, serta membantu kita menikmati hidup dengan lebih bahagia. Ingatlah, kesehatan adalah aset paling berharga yang tidak dapat digantikan oleh apa pun. Mulailah dari langkah kecil hari ini, karena perubahan sederhana yang dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan di masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Opini

Lahir Normal vs Sesar: Benarkah Imunitas Bayinya Berbeda?

Published

on

Sumber foto: Freepik

Silvi Aprilia Putri mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Perdebatan mengenai metode melahirkan seolah tidak pernah ada habisnya di kalangan masyarakat. Sayangnya, diskusi ini sering kali dibumbui oleh stigma yang menyudutkan. Masih ada anggapan keliru bahwa seorang wanita baru menjadi “ibu seutuhnya” jika melahirkan melalui jalur normal (pervaginam). Padahal, baik melahirkan normal maupun operasi sesar (C-section), keduanya adalah perjuangan bertaruh nyawa yang sama-sama mulia.

Namun, jika dikesampingkan dari sudut pandang sosial dan melihatnya murni dari kacamata medis, apakah benar ada perbedaan dampak kesehatan bagi bayi yang lahir lewat jalan lahir dengan yang melalui operasi sesar? Jawabannya: ada, terutama dalam hal sistem imun awal si kecil.

Secara biologis, proses melahirkan normal memberikan satu keuntungan besar yang tidak didapatkan pada proses sesar, yaitu paparan mikrobioma. Saat bayi melewati jalan lahir, tubuhnya akan “mandi” dan terpapar oleh jutaan bakteri baik dari ibunya, salah satunya adalah kelompok Lactobacillus.

Bakteri-bakteri baik inilah yang pertama kali menjajah saluran pencernaan bayi dan bertindak sebagai “pelatih” bagi sistem imunnya yang baru lahir. Mikrobioma ini membantu tubuh bayi mengenali mana zat yang berbahaya dan mana yang tidak, sehingga di kemudian hari, anak yang lahir normal cenderung memiliki risiko yang lebih rendah terhadap alergi, asma, atau gangguan pencernaan.

Meskipun ada perbedaan dari sisi mikrobioma awal, hal ini sama sekali tidak boleh dijadikan alasan untuk menghakimi pilihan seorang ibu. Operasi sesar adalah salah satu inovasi terbesar dalam dunia kedokteran yang diciptakan untuk menjadi juru selamat.

Ketika terjadi kondisi darurat medis seperti gawat janin, posisi sungsang, plasenta previa, atau panggul ibu yang terlalu sempit, operasi sesar adalah jalan terbaik dan paling aman untuk memastikan ibu dan bayi pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Memaksakan lahir normal pada kondisi yang tidak memungkinkan justru bisa berakibat fatal.

Lagipula, sains tidak berhenti di ruang bersalin. Kekurangan mikrobioma awal pada bayi sesar bisa dikejar secara optimal melalui pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, karena ASI kaya akan prebiotik (Human Milk Oligosaccharides) yang menjadi makanan bagi bakteri baik untuk tumbuh di usus bayi. Selain itu, metode skin to skin contact (kontak kulit ke kulit) sesegera mungkin setelah operasi juga membantu mentransfer bakteri baik dari kulit ibu ke bayi.

Pada akhirnya, jalan lahir dan operasi sesar hanyalah dua jalur berbeda yang ditempuh untuk satu tujuan yang sama: melahirkan kehidupan baru ke dunia. Perbedaan imunitas di awal kelahiran adalah fakta medis, namun itu adalah hal yang bisa dioptimalkan lewat kasih sayang, ASI, dan perawatan pascalahir yang tepat.

Bagi seluruh ibu di luar sana, apa pun jalurnya, Anda adalah pahlawan. Stop membanding-bandingkan proses persalinan, karena kesehatan ibu dan kebahagiaan bayi adalah prioritas yang utama.

Continue Reading

Trending