web analytics
Connect with us

Rilis

Mitra Wacana Sebagai Nafas Literasi Kesetaraan Gender di Yogyakarta

Published

on

Koleksi buuku di Mitra Wacana. Foto: Ruly

Topik tentang Kesetaraan Gender merupakan suatu isu yang selalu hangat diperbincangkan. Dimana isu ini berangkat dari perjuangan hak ketidakadilan yang kerap kali dirasakan kaum perempuan, baik kekerasa dalam rumah tangga, pelecehan seksual, marginalisasi hingga subordinasi terhadap perempuan. Oleh karena itu tak heran jika paham ini pun menumbuhkan berbagai ideologi pembelaan terhadap perempuan hingga merambat kepada suatu sistem gerakan sampai melembaga. Perpustakaan Mitra Wacana adalah salah satunya, perpustakaan yang berada di Yogyakarta yang berfokuskan kepada isu-isu tentang keperempuanan, mulai dari kasus kekerasaan seksual dalam rumah tangga, kekerasan dalam berpacaran, pernikhan dini, hingga aktifitas-aktifitas diskusi yang tak jauh membahas tentang isu-isu lainnya tentang perempuan. Sebagai lembaga berbasisi sosial.

Perpustakaan Mitra Wacana tidak hanya bergerak dalam perkara yang menyinggung perempuan saja, melainkan juga berpartisipasi dan peduli dalam masalah sosial lainnya seperti bencana alam. Sebagai bentuk manifestasi sumbangsih masyarakat, Perpustakaan Mitra Wacana juga melakukan sosialisasi tentang keperempuanan sarta pembagian wacana seperti majalah, komik, kaos dan lain sebagainya ini merupakan sebagai upaya memberikan transparsi akan pentingnya perlindungan anak. Walaupun notabenya suatu lembaga yang mengarah kepada gerakan feminisme tidak lantas kemudian membuat sudut pandangnya terkhususkan pada salah satu ideologi suatu paham saja, melainkan mandiri dengan tiga prinsip utama yang dipegang yakni, Keadilan Gender, Inklusi dan Kesetaran.

Di bawah ini adalah laporan hasil temuan penelitian mahasiswi UIN Sunan Kalijaga selama proses pelenilitian di Mitra Wacana, silahkan unduh dokumennya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Berita

Pertemuan LPLPP DIY dan DP3AP2 DIY Bahas Penguatan Program dan Isu Keadilan serta Kesetaraan Gender

Published

on

Yogyakarta, 17 April 2026. Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan (LPLPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan bersama DP3AP2 DIY pada Jumat (17/4). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana dialogis dan kolaboratif, dengan fokus pada penguatan program serta peningkatan kapasitas dalam isu keadilan dan kesetaraan gender.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah peserta, antara lain Rofiqoh Widiastuti S.Sos., M.P.H (Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan) Farida Kartini (P), Renny A. Frachesty (P) Mida Mardhiyah (P) dari SRI Institute, serta Wahyu Tanoto (L) dari Mitra Wacana.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta mendiskusikan berbagai strategi penguatan program yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Isu keadilan dan kesetaraan gender menjadi pembahasan utama, mengingat pentingnya memastikan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara setara oleh semua pihak.

Perwakilan dari DP3AP2 DIY menekankan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program-program pemberdayaan. Sementara itu, perwakilan LPLPP DIY berbagi pengalaman lapangan terkait tantangan dan praktik baik dalam pendampingan komunitas berbasis perspektif gender.

Selain diskusi, pertemuan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas, terutama dalam memperkuat pemahaman tentang keadilan dan kesetaraan gender secara kontekstual dan aplikatif.

Diharapkan, hasil dari pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi antara LPLPP DIY dan DP3AP2 DIY, serta mendorong lahirnya program-program yang lebih responsif gender, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Wtn).

Continue Reading
Advertisement NYL2026
Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending