web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Kepala Desa Berta Siap Kerjasama dengan Mitra Wacana WRC

Mitra Wacana WRC

Published

on

Bersama Kepala Desa Berta Warto (tiga dari kiri), Susukan, Banjarnegara

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Warto, kepala desa Berta, Susukan kabupaten Banjarnegara menyatakan siap bekerja sama dengan Mitra Wacana WRC demi kesejahteraan rakyat saat menerima kunjungan rombongan dari Yogyakarta pada Jum’at (26/2) di rumahnya. Warto mengungkapkan bahwa pemerintah desa mendukung sepenuhnya keberadaan oraganisasi Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Lentera Hati sebagai kelompok perempuan yang peduli permasalahan perempuan dan anak.

Menurut Enik Maslahah, manajer program Banjarnegara menyatakan bahwa kunjungan ini adalah bentuk silaturahmi kami untuk menjaga hubungan dengan pemerintah desa setempat sekaligus mengucapkan selamat atas terpilihnya Warto sebagai kepala desa yang baru. Pendamping lapangan desa Berta menambahkan bahwa P3A Lentera Hati akan terus melakukan kampanye dan promosi anti kekerasan, terutama kekerasan seksual terhadap anak. Menurutnya, selama 2015 tercatat ada kasus kekerasan yang korbannya adalah anak.

Enik dan rombongan mengaku diterima dengan baik oleh kepala desa Berta. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengajak dua orang anggota P3A Lentera Hati, Samiarti dan Suwarti menuju desa Bondolharjo untuk bertemu dengan anggota P3A Serikat Bondolharjo Peduli (SEJOLI) serta kunjungan di desa Petuguran kecamatan Punggelan untuk melakukan pertemuan rutin dengan P3A Pelita Wanita Petuguran (PWP). (tnt)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung