web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Menumbuhkan Minat Baca di Era Digital

Mitra Wacana WRC

Published

on

TBM di Hargorejo, Kokap, Kulonprogo. Foto: Wtn

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini merupakan salah satu bentuk globalisasi yang selalu meningkat dibagian teknologi dan komunikasi. Globalisasi tidak hanya terjadi dalam masalah alam tapi juga masalah kebutuhan bagi kelangsungan hidup manusia. Berbagai cara telah diusahakan demi kelangsungan hidup manusia dengan perolehan yang mudah dijangkau oleh seluruh penjuru dunia. Kebutuhan dapat dipenuhi dengan mudah karena adanya bantuan teknologi yang maju yakni menggunakan internet.

Perkembangan internet yang terjadi dari masa ke masa telah mengalami kemajuan yang sanagat pesat. Kemudahan dalam melakukan aktifitas pun dapat dibantu oleh adanya akses internet yang luas dan hampir semua orang di dunia ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi, mencari berita, membaca, bekerja dan memenuhi kebutuhan informasi. Perkembangan teknologi yang terjadi setelah adanya internet telah membutakan manusia bahwa sebenarnya bertemu secara langsung dan membaca buku merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan lebih mendapatkan banyak ilmu menarik yang tidak kita dapatkan melalui dunia internet.

Masyarakat saat ini lebih memilih untuk menggunakan Gadget sebagai alat pemenuhan keinginan, melainkan dengan berinteraksi secara langsung dan membaca buku yang terkait dengan kebutuhan. Minat membaca dikalangan masyarakat juga menjadi kurang karena untuk mendapatkan buku tergolong susah di tempat tertentu. Di Kabupaten Kulonprogo, Kecamatan Kokap, tepatnya Desa Hargotirto dan Hargorejo merupakan salah satu desa yang telah bekerjasama dengan Mitra Wacana WRC dalam membangun minat membaca dikalangan masyarakat, baik perempuan, laki-laki, remaja dan anak-anak.

“Kalo ibu-ibu banyak yang pinjam terus bawa ke rumah, tapi kalau remaja paling cuma lihat-lihat bentar terus pergi lagi” ungkap Partini yang merupakan salah satu anggota P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak) di Desa Hargotirto saat ditemui dikediamannya untuk menerima sumbangan buku dari Mitra Wacana pada Rabu, 15 November 2017.

Minat membaca memang telah banyak berkurang dikalangan masyarakat, apalagi dengan adanya hotspot Wi-fi yang terpasang hampir disetiap rumah di Desa Hargotirto. Pemasangan Wi-fi merupakan cara yang ditempuh oleh masyarakat dalam memperoleh komunikasi yang mudah disana, karena sulitnya sinyal jaringan biasa pada ­Handphone, karena itu masyarakat lebih memilih Gadget dibanding buku dalam memperoleh ilmu berupa bacaan, dan memilih media sosial daripada berkomunikasi secara langsung. Kemudahan yang diperoleh dengan adanya internet memang banyak sekali karena dianggap lebih efisien, praktis dan lengkap, namun tidak menutup kemungkinan internet menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh hal yang lain dari membaca buku dan berinteraksi secara langsung.

Membaca buku merupakan salah satu kegiatan yang mampu menyehatkan otak dan membantu pikiran mengembangkan yang dimaksud oleh penulis. Dengan bantuan membaca buku atau hasil pencarian di internet memang tidak jauh berbeda, namun harus bijak dalam memilih bacaan, karena tidak semua bacaan sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan. Berkomunikasi secara langsung juga dinilai lebih baik bagi diri kita sendiri, bagi orang lain dan dapat memperkuat tali silaturrahmi. (Ridha & Nia).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung