web analytics
Connect with us

Ekspresi

Resensi Buku: Aku Menjadi Pelacur

Robi Setiyawan

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Oleh: Crisvian Destanti 

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta 2018

Karya : Muhidin M. Dahlan

Tahun Terbit : Edisi 2016

Nidah Kirani adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, dalam kesehariannya, ia adalah seorang yang taat beragama, ia tak pernah meninggalkan sholat dan amalan-amalan yang lain, ia selalu menggunakan pakaian yang tertutup, berjubah dan memakai jilbab berukuran besar. Sebagai seorang muslimah yang taat, ia aktif dalam forum keislaman mahasiswa di kampusnya. Ia benar-benar bersemangat untuk menekuni ilmu agamanya, ia taat, rajin dalam mengikuti kajian-kajian Islam.

Pada suatu ketika, ia berkenalan dengan mas Dhairi, perkenalan inilah yang menjadi awal perubaha besar dalam hidupnya. Mas Dhairi mengajak Nidah Kirani untuk mengikuti jamaah atau organisasi yang diikutinya. Tanpa pikir panjang, Nidah Kirani mau mengikuti organisasi tersebut.

Ia bergabung dengan organisasi yang diikuti juga oleh Mas Dhairi, ia taat dalam menjalankan agama sesuai syariat yang diajarkan, semangatnya begitu menggebu-gebu dalam menegakkan islam. Waktu berjalan, ia merasa aneh dengan organisasi tersebut, ada banyak hal yang di tutup-tutupi, ia mulai mendapatkan pemahaman-pemahaman bahwa islah di Indonesia tidak murni, bahwa organisasi mereka akan membuat negara Islam khusus untuk orang muslim di Indonesia. Keraguan dalam diri Nidah Kirani semakin bertambah, selain itu, mereka juga menghalalkan berbagai cara dalam mencari dana, seperti mencuri, menipu bahkan melacur.

Nidah Kirani kembali ke kampung halamannya, disana ia mulai menyebarkan ajaran ajaran yang ia terima di organisasi tersebut, namun ia tak mengira bahwa ia malah diusir dari keluarga dan kampung halamannya sendiri karena dituduh telah mengajarkan ajaran-ajaran yang sesat.
Suasana hatinya saai ini tak karuan, ia memperoleh banyak tekanan, dari keluarga, kampung halamannya bahkan dari kejaran aparat yang memburu organisasinya. Ia memutuskan keluar dari organisasi tersebut.

Dalam pelariannya, dalam puncak kegalauan dan kekecewaan atas apa yang ia terima, dari segala tekanan yang ia peroleh, ia mulai mempertanyakan, dimana Tuhan, mengapa Tuhan tidak pernah ada untuk Nidah, dimana Tuhan yang katanya selama ini ada, ia menyalahkan Tuhannya atas semua kejadian pahit yang menimpa dirinya.

Nidah Kirani marah dengan Tuhan, ia kini menentang Tuhan dengan cara merusak dirinya sendiri, dengan cara meninggalan sholat dan amalan-aalan yag ia lakukan dahulu, dengan narkoba, bahkan sex bebas, ia melakukan itu malah dengan laki-laki beriman yang selama ini dikira baik. Setelah menjalani sex bebas, ia menjual dirinya sebagai pelacur, sudah banyak laki-laki yang menikmatinya, mulai dari seniman, aktivis bahkan seorang ustad. Karena kejadian tersebut, seseroang yang selama ini ia anggap baik, ia anggap terhormat, justru dibelakangnya seperti itu, ia melakukan semua itu tanpa penyesalan sedikitpun.

 

Tanggapan :

Dalam novel tersebut, diangkat kisah yang benar-benar ada dan terjadi di lingkungan sekitar kampus di Yogyakarta. Konflik yang ada, dikaitkan dengan watak tokoh, dari awal sebagai seorang muslimah tetapi menjadi pelacur. Salah penafsiran dan pengertian membuat Kiran salah langkah dan tujuan. Cerita dalam novel ini dikemas, dengan membawa perasaan pembaca melalui tokoh Kiran. Tokoh kiran secara langsung maupun tidak langsung membawa emosi pembaca, bagaimana bisa. Menimbulkan pertanyaan-pertanyaan diluar nalar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekspresi

Qurban di Masa Pandemi

Mitra Wacana WRC

Published

on

qurban di masa pandemi

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit
Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Kamis (15/7/2021) Talkshow Mitra Wacana kali ini mengangkat tema “Qurban di Masa Pandemi” di Radio Smart 102.1 FM Yogyakarta bersama narasumber Drs Abd Samik (Wakil Ketua 2 Baznas Kota Yogyakarta).

Dalam talkshow kali ini narasumber membahas terlebih dahulu dimasa pandemi dan menjelang Idul Adha ini adal hal yang bisa dimanfaatkan seperti perintah dalam Surah Al-kausar melakukan qurban. Qurban berasal dari istilah qoroba yang memiliki arti mendekatkan diri, perintah dalam surah ini adalah melakukan qurban untuk mendekatkan diri pada tuhan. Tetapi dalam praktiknya dibuktikan dengan berbagi dengan sesama.

Perintah ini dilakukan dengan dua kegiatan yaitu pendekatan dengan tuhan dan pendekatan kepada sesama manusia, itulah yang dinamakan qurban. Sehingga wujudnya adalah berbagi dengan sesama. Qurban yang paling utama adalah memberikan manfaat kepada orang di saat yang tepat dan dibutuhkan. Terutama di masa pandemi dan PPKM ini banyak orang yang terkena covid-19 yang melakukan isolasi dan usaha yang menurun bantuan, hal ini bagi muhammadiyah yang perlu disalurkan kepada yang membutuhkan dan tepat sasaran.

Berqurban di masa pandemi harus sesuai dengan anjuran agama dalam menyembelih hewan, menjaga lingkungan yang sehat dan bersih dan menerapkan protokol kesehatan merupakan ibadah yang sering kita anggap bukan ibadah padahal itu bagian dalam ibadah. Qurban secara online di dalam agama di perbolehkan.  

Menyembelih sendiri ataupun mengikuti proses penyembelihan di dalam agama tidak keharusan untuk mengikuti hal tersebut. Qurban online merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjaga untuk tidak langsung melakukannya sendiri, karena banyak orang yang tidak mampu menjalankan qurban mulai dari pemeliharaan, proses penyembelihan, proses pemotongan dan sebagainya. 

Berqurban harus sesaui dengan anjaran agama dalam memperlakukan hewan qurbannya, fasilitas atau tempat yang menyediakan tempat qurban di tangani oleh ahli atau orang yang mampu melakukan penyembelihan secara halal sesuai ajaran dalam agama seperti proses sebelum berqurban yaitu menyiapkan tempat layak bagi hewan qurban, tempat harus terpisah dengan tempat penyembelihan, memperhatikan kesejahteraan hewan qurban, kesehatan harus di periksa, 12 jam sebelum penyembelihan harus di istirahatkan makan agar tenaga berkurang, isi kotoran di dalam perut berkurang agar bakteri dari makan tidak banyak tentu akan menjadi sehat ketika hendak di sembelih

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung