web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Lentera Hati Desa Berta Dirikan Bilik Konseling Korban Kekerasan

Mitra Wacana WRC

Published

on

Pertemuan rutin Lentera Hati ft Purwanti

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: < 1 menit

Para perempuan yang tergabung dalam organisasi Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Lentera Hati desa Berta, Susukan, Banjarnegara mengadakan pertemuan rutin untuk membahas rencana kegiatan dan rencana anggaran belanja organisasi sebagai respon atas keberhasilan P3A melakukan advokasi kepada pemerintah desa untuk terlibat dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di rumah Samiarti pada Sabtu (18/3).

Dalam upaya pencegahan dan pelayanan terhadap korban kekerasan, P3A menyusun dua program pendidikan. Pertama, melakukan promosi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak bagi anak sekolah menengah, posyandu (perempuan), dan orang tua. Kedua, menginisiasi pembentukan bilik konseling di desa sebagai tempat pengaduan dan konsultasi permasalahan perempuan dan anak. Menurut para peserta pertemuan, program ini sebagai upaya untuk mendekatkan masyarakat terutama perempuan dengan pemerintah desa dan P3A.

Masuknya rencana kegiatan P3A dalam pembangunan dikarenakan peran P3A sebagai satu-satunya organisasi perempuan yang memiliki semangat anti kekerasan terhadap permasalahan perempuan dan anak di tingkat pedesaan. Mengingat masih tingginya potensi permasalahan sosial yang dialami perempuan dan anak terutama terkait kekerasan.

Meskipun tidak semua anggota P3A menghadiri pertemuan rutin, diskusi berjalan lancar dan tidak mengurangi semangat anggota untuk membahas rencana kegiatan organisasi yang akan di usulkan kepada pemerintah desa. Para anggota P3A tampak sumringah mendengar pengumuman dari ketua P3A Lentera Hati, Samiarti menyatakan bahwa P3A masuk dalam pembahasan RPJMDes. (Msr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung