web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Talkshow Kedaulatan Pangan

Mitra Wacana WRC

Published

on

Talkshow mengupas kedaulatan pangan. Foto: Tnt

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah ruah, termasuk sumber daya alam untuk kebutuhan pangan masyarakat Indonesia sendiri. Tetapi, sampai sekarang kebutuhan pangan masyarakat Indonesia lebih dominan untuk mengkonsumsi produk dari luar. Padahal sebenarnya masyarakat Indonesia dapat mengkonsumsi makanan yang diproduksi dari sumber daya alam sendiri.

Berkaitan dengan produk pangan, setiap tanggal 16 November masyarakat dunia memperingati sebagai hari Pangan Internasional. Dalam rangka hari pangan tersebut, Mitra Wacana WRC mengulas tentang Kedaulatan Pangan di Indonesia dalam talkshow pada Selasa (24/10/2017) di Radio Sonora FM, Yogyakarta. Talkshow yang berlangsung dari pukul 10.00-11.00 WIB tersebut mengadirkan narasumber dari Lembaga Konsumen Yogyakarta yaitu Saktya Rini Hastuti dan Silvia.

Menurut Saktya Rini Hastuti atau yang akrab disapa Tuti menyatakan bahwa “sebagai konsumen sebaiknya tidak hanya mengkonsumsi saja tetapi juga harus mengetahui hak-hak apa saja yang di miliki oleh konsumen terhadap produk yang dikonsumsi, maka dari itu bagaimana kita bisa menjadi konsumen yang cerdas. Yang mengetahui bagaimana proses awal pembuatan produk sampai konsumen tersebut mengkonsumsinya.

Sedangkan menurut Silvia, konsumen perlu paham hak-haknya agar semakin waspada dalam mengkonsumsi produk pangan, yaitu; hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, Hak untuk memilih atas informasi yang jujur, Hak untuk didengar keluhan dan pendapatnya, Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan penyelesaian sengketa secara patut, Hak atas pembinaan dan pendidikan konsumen, Hak untuk diberlakukan dan dilayani secara benar, jujur dan tidak diskriminatif, Hak untuk memperoleh ganti rugi.

Namun, yang paling pokok dalam hak pangan yaitu bahwa Konsumen punya hak atas pangan, negara punya kewajiban untuk menyediakannya. Konsumen berhak untuk memutuskan apa yang akan dikonsumsi agar bisa menjadi konsumen yang cerdas.
Tuti juga menambahkan, bahwa konsumen tidak hanya mengkonsumsi saja tetapi juga harus mengetahui hak-haknya sebagai konsumen. Konsumen harus lebih aware (menyadari) pangan yang dikonsumsinya, terutama pada masalah kesehatan dari produk pangan tersebut. selain itu, konsumen harus sering bersolidaritas terhadap produk-produk lokal, dengan begitu ketika konsumen sadar bahwa produk local masih bisa dikonsumsi maka konsumsilah produk lokal sehingga produk lokal tidak akan kalah dengan produk impor.

Tuti mengakhri talkshow tersebut dengan menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk menjadi konsumen yang cerdas, yaitu konsumen yang sadar terhadap produk pangan yang dikonsumsinya terutama dalam proses produksi hingga sampai kepada konsumen. Alangkah lebih baik lagi apabila kita mengkonsumsi produk pangan dari negeri kita sendiri. (Dewi Mendem)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung