Opini
Perempuan : Ruang Yang Sama
Published
3 years agoon
By
Mitra Wacana

Litansia Yonika (Volunteer Mitra Wacana)
Di dunia sekarang peran serta perempuan harusnya boleh dikata tidak lagi dipandang sebelah mata, karena jika ditilik dari sudut padang sejarah track record serta sepak terjang para perempuan dari jaman dulu sampai sekarang sangat begitu luar biasa, serta tidak kurang dalam perjuanganya. Sepanjang sejarah peradapan dunia, tidaklah sedikit perempuan berpengaruh yang memberi inspirasi kepada dunia, bahkan tidak jarang ikut andil terlibat terhadap suatu perubahan besar dalam sejarah dunia melalui karya dan perjuangan masing-masing para perempuan dengan beragam cara yang unik, serta terlibat dan tersebar di berbagai isu perjuangan di masyarakat.
Sejalan dengan bicara perjuangan perempuan, maka setiap tanggal, 8 Maret diperingati Hari Perempuan Internasional (International Womens Day). Bicara hari Perempuan Internasional ini, nafasnya erat sekali dengan momentum perjuangan kesetaraan hak, jauh sebelum ada peringatan inipun, kaum perempuan sudah bergelut agar hak dan keberadaan perempuan tidak dipadang sebelah mata. Momentum International Womens Days tahun 2023 ini mengusung tema “Embrace equity” melalui tema tersebut para perempuan serta kita semua diajak untuk melihat serta diingatkan kembali bahwa di dunia saat ini, dalam hal memberi ruang kesempatan yang sama tidak lagi cukup namun butuh action lebih dari sekedar itu artinya memberi setiap orang apa yang mereka butuhkan sesuai porsinya jauh lebih tepat.
Harus kita sadari juga, bahwa masing-masing kita memulai dari tempat/titik yang berbeda dan beragam, begitupun juga dengan perempuan benar-benar beragam, seringkali membutuhkan lebih dari sekadar lapangan permainan yang setara. Masing-masing kita tidak boleh menutup mata akan hal itu atau bahkan acuh, tidak melulu memberi semua orang hal yang persis sama itu tindakan tepat. Jika kita memberi setiap orang hal yang persis sama, mengharapkan hal itu akan membuat orang setara, ini bisa sangat tidak akurat karena setiap orang tidak sama. Menghargai, dan merangkul kesetaraan adalah hal yang sangat dibutuhkan dimasa ini, maka perempuan lebih mungkin memiliki akses ke apa yang dibutuhkan untuk berhasil. Masing-masing tidak mungkin berdaya tanpa saling mengapresiasi dan menghormati.
You may like
Opini
Pecinta Pedas Yuk Merapat: Cobain Mangut Kepala Manyung Yang Lezat, Dijamin Nagih
Published
1 week agoon
5 May 2026By
Mitra Wacana
Oleh Eka Lestari
Penggemar ikan udah pernah nyobain kuliner yang satu ini belum? Namanya mangut kepala manyung, kuliner sedap dengan cita rasa yang khas. Mangut kepala manyung merupakan hidangan unik dari pesisir Utara Jawa Tengah. Kuliner ini bisa dibilang legendaris dan jadi andalan di Kota Semarang. Mangut kepala manyung adalah salah satu hidangan khas Semarang. Konon, makanan ini sudah ada sejak 1960-an. Berakar dari budaya kuliner Pantura Jawa Tengah, dan banyak ditemukan di Kota Atlas dan sekitarnya.
Sesuai namanya, hidangan ini berisi kepala ikan manyung, yaitu ikan laut yang termasuk dalam kelompok ikan berkumis atau famili Ariidae. Bentuknya seperti ikan lele, tapi ukurannya lebih besar. Ikan manyung punya daging yang tebal dan cenderung tidak begitu amis.
Ciri khas dari hidangan ini menggunakan kepala ikan manyung yang sudah diasap. Rasanya pedas bercampur kuah santan yang gurih. Uniknya, mangut kepala manyung punya aroma begitu khas yang berasal dari proses pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional.
Teknik pengolahannya sangat menarik. Sebelum dimasak menjadi hidangan lezat, kepala ikan manyung diasap terlebih dahulu (dengan kayu atau tempurung kelapa), tujuannya untuk menciptakan aroma smoky yang meresap ke dalam daging. Selain itu, pengasapan dilakukan sebagai cara pengawetan alami. Dengan metode pengasapan tersebut, bisa mengurangi kadar air dan mengubah tekstur kulit menjadi mengkilap.
Hidangan ini juga kaya akan rempah, jadi bumbunya terasa medok. Hal itu bisa dirasakan dari kuahnya yang kental dan berbumbu, terdiri dari kunyit, cabai, kencur, jahe, ketumbar, daun salam, lada, dan santan yang menonjolkan aroma gurih, dan sedikit asam. Kombinasi rempah tersebut menciptakan kuah yang pedas dan enak di lidah. Dagingnya melimpah dan ukurannya yang besar menjadikannya sebagai kuliner pantura. Rasanya juara dan porsinya yang tidak seperti biasanya, dianggap oleh sebagian orang sebagai kuliner mewah.
Kini, mangut kepala manyung jadi salah satu kuliner Semarang yang sering diburu oleh wisatawan. Rasanya yang khas dan porsinya yang menyenangkan, membuat hidangan ini jadi primadona oleh beberapa kalangan.
Kalau kamu mampir ke Kota Semarang, ada salah satu warung makan yang menyajikan hidangan tersebut yaitu Mangut Kepala Manyung Bu Fat. Tempatnya sering didatangi wisatawan dan terkenal di kalangan pecinta kuliner.
Lokasinya sudah punya beberapa cabang yaitu di Jalan Ariloka, Krobokan, Kecamatan. Semarang Barat, Kota Semarang dan Jalan Sukun Raya No. 36, Banyumanik, Semarang.
Yuk guys kalau kamu main ke Semarang, cobain mangut kepala manyung. Dijamin bakal ketagihan deh..








