web analytics
Connect with us

Uncategorized @id

Keluarga Pasca Sarjana UIN Gelar Diskusi Peran Perempuan

Mitra Wacana WRC

Published

on

Diskusi Peran Perempuan di UIN Sunan Kalijaga

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

Perbandingan populasi perempuan dan laki-laki saat ini mendekati rasio 1:1, artinya populasi perempuan dan laki-laki di dunia ini hampir berjumlah sama banyak, tidak heran jika perempuan juga banyak jadi sorotan publik dalam berbagai hal. Aksi perempuan juga banyak tergabung dalam kegiatan sosial yang umumnya hanya diikuti oleh laki-laki, namun saat ini perempuan juga banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Peran perempuan dalam suatu organisasi atau kelompok juga berpengaruh demi tercapainya tujuan bersama yang telah disepakati oleh anggota kelompok atau organisasi.

Pada Sabtu (25/11/2017) Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarja (IKMP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan kegiatan rutin yakni Saturday Morning Lecture (SML), yang berlokasi di Ruang Pertemuan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga membahas tentang “Tantangan dan Peluang Bagi Gerakan Perempuan Saat Ini”. Sana, selaku pemateri berpendapat bahwa “Peran perempuan dalam pertanian tradisional dahulunya sangat besar, karena perempuan yang dipercaya memiliki kemampuan memilih bibit yang baik bakal ditanam, namun saat ini tradisi itu telah bergeser karena adanya perubahan orientasi pemerintah”.

Peran perempuan saat ini mengalami banyak perubahan, beberapa maju dan beberapa mundur. Maju (banyak peminat) dalam mengeluarkan pendapat, perempuan berhak mengeluarkan pendapat walau tidak semua pendapat yang didengar oleh masyarakat atau pemerintah. Mundur (kurang diminati) dalam menegakkan tradisi dan adat yang seharusnya dijaga dan dilestarikan oleh perempuan, karena saat ini teknologi telah menang jauh dibandingkan dengan adat dan tradisi.

“Perempuan juga banyak sekali menjadi korban trafficking saat ini, bahkan banyak diantaranya yang meninggal di luar negeri” tambah Arif selaku pemateri.

Nilai perempuan sangat rendah di Indonesia ini, banyak yang beranggapan kalau perempuan itu lemah dan menyusahkan, sedangkan Rasulullah S.A.W. bersabda “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para perempuan.” (HR Muslim: 3729). Namun masih banyak juga yang memperlakukan perempuan sebagai alat jual beli, dihina bahkankekerasan seksual juga banyak menimpa perempuan, baik anak-anak maupun dewasa.

Tantangan inilah yang menyebabkan perempuan tidak mudah untuk memulai aksi atau kegiatan sosial, namun tidak semua perempuan sama, telah banyak perempuan yang ikut serta mengeluarkan aksi dan ikut kegiatan sosial. Mencoba berubah dari hal kecil sekalipun akan merubah Indonesia menjadi lebih baik untuk perempuan. (Ridha/Tnt)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Mitra Wacana WRC

Published

on

This post is also available in: Indonesia

Waktu dibaca: 2 menit

   

Ada apa dengan KPK ?

Agus Rahmad Hidayat
Mahasiswa Magang

Selasa (29/06/2021), Pada Sinau Sareng#34 Mitra Wacana kali ini menghadirkan Yusmashfiyah, S.Ag., MPd. (CO-Founder Karima Center For Parenting Literacy) di Podcast Mitra Wacana membahas tema “Pola Asuh Anak di masa Pandemi Covid-19 selama satu jam lebih. 

Tema ini diambil seiring dengan penyebaran wabah Covid-19 yang belum usai selama satu tahun lebih yang merubah kebiasaan kita sehari-hari. Ada begitu banyak dampak yang dirasakan  selama  wabah covid-19 mulai dari kegiatan berkumpul dibatasi, pembelajaran jarak jauh dan himbauan untuk bekerja di rumah. Sementara itu imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapapun, khususnya orang tua dalam mengasuh anaknya. 

Dalam Sinau Sareng tersebut, Yusmashifyah mengungkapkan bahwa pademi ini saat ini berdampak pada beberapa hal dalam kehidupan kita.  Dampak kesehatan mental yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan media terkait covid-19 yang belum tentu benar dan terkadang membuat kita takut. Selain itu Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi yang mengakibatkan terbatasnya akses untuk bekerja, keluar rumah maupun fluktuasi secara keuangan sangat berbeda pada kondisi sebelumnya. Orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak tentang bahayanya Covid-19 agar terhindar dari penularan virus tersebut.

Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh pada siklus kehidupan kita terutama di keluarga yang berdampak pada meningkatnya tekanan atau beban dalam keluarga yang mempengaruhi psikologi orang tua. Dampak psikologi ini terkadang membuat kedua orang tua mudah tersulut emosinya ketika anak melakukan kesalahan, dampak-dampak tersebut sedikit banyak berubah pada pola asuh anak oleh kedua orang tua. 

Dimasa pademi ini orang tua harus lebih sensitif terhadap kondisi mental anak karena sebelum ada wabah ini mereka biasa bermain dengan teman-temannya setiap saat tetapi saat ini hampir dua tahun mereka tidak bisa melakukannya.

Disini asa asi asuh sangat penting bagi anak, memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, memberikan kasih sayang walaupun beban semakin meningkat, mengajak anak bermain dengan memanfaatkan fasilitas di rumah orang tua harus responsif dan kreatif. 

Disini ada peran ayah dan ibu yang harus dilakukan, pengasuhan bukan peran ibu saja tetapi kehadiran dan kasih sayang ayah dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan.  

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari peran kedua orang tua di saat pandemi ini, anak bisa melihat iklim yang harmonis tercipta dalam keluarga sehingga membuat nyaman berada di rumah. Pola asuh anak ini sangat menentukan terhadap tumbuh kembang anak sehingga  orang tua harus berhati-hati dalam menjaga pola asuh tanpa kekerasan. 

Continue Reading

Who is Online

No one is online right now

Advertisement
Advertisement

Twitter

Trending

Mari bergabung bersama Mitra Wacana

Silahkan bergabung dan menjadi bagian dari Mitra Wacana.
Akan ada penghargaan untuk tulisan yang terpilih.
Terima Kasih

Gabung